Monthly Archives: September 2013

#PeopleAroundUs – Take A Good Care Of My Daughter, Will Ya?

Like usual, always cry if read a story about daughter-father

Silly Bits of Thought

Sorry for not posting anything yesterday as I was too physically and emotionally tired. I’ll make it up later by posting 2 stories in one day (hopefully). Here, goes my third story.

P.S: Papa, if you ever read this post, sorry for using your photo without your permission. I am not writing on your behalf so I’m really sorry if anything I write doesn’t reflect what you’re feeling at that time. Hope you don’t mind. xoxo 🙂

Oh my God. Is it really happening? Did I just hand over my very own daughter to someone I barely know? What was I thinking? Will he look after her? What if he hurts her? Gosh, I would never ever forgive myself if that happen.

Kiddo, now there is another man in your life. A man that you will depend your life on. You will no longer come crying to me when you…

View original post 200 more words

Advertisements

Surat Cinta Untuk Diri Sendiri

Iseng blogwalking, nemu blog nulis surat cinta untuk diri sendiri. Freak? Terserah. Menurut gue lucu aja. Gue jadi mau juga nulis buat diri sendiri. Lagipula, ini bukan kali pertama gue mau dan akhirnya menulis surat untuk diri gue sendiri. Dulu pernah, tapi di diary. Jadi, ya inilah.

 

Untuk: Anak Perempuan yang Sedang Berulangtahun

 

Hai, Khairunnisa Siregar.

Continue reading

Sotoy

Jadi ceritanya siang ini tiba-tiba dapet WhatsApp dari teman SMA gue. Dia bilang kalo mantan gue akan menikah tahun depan dan dia menyuruh gue untuk menikah mendahului dia. Gue langsung menjawab kalau gue merasa umur segini masih terlalu muda buat menikah. Buat gue, ya. Teman gue itu langsung ‘menuduh’ alasan gue tidak mau cepat menikah karena gue tidak yakin dengan partner gue yang sekarang. Buat gue itu lucu, sih, Pertama, lagi-lagi disini terlihat kalau dia memang tidak pernah suka hubungan gue dengan partner gue sekarang. Dari awal gue memulai hubungan dengan partner gue juga dia mati-matian membela temannya, yang notabene mantan gue, dia berusaha meyakinkan gue kalau pilihan gue salah untuk memutuskan temannya dan menjalin hubungan dengan partner gue yang menurut dia gak lebih baik dari temannya itu. Gue gak peduli. Kedua, memang menikah itu perkara gampang? Memang pernikahan itu perlombaan jadi harus cepat? Memang kalau mantan menikah, kita harus menikah juga? Pernikahan itu buat gue harus sekali seumur hidup. Butuh persiapan yang matang. Ketiga, kalaupun gue tidak yakin dengan partner gue, itu sama sekali bukan urusannya.

Menurut gue lucu. Dari awal gue memulai hubungan dengan partner gue, dia lumayan ribet. Bukan cuma orang itu, tetapi beberapa teman-temannya yang lain. Mulai dari menyudutkan gue yang dianggap bersalah karena memutuskan temannya, menuduh gue selingkuh namun akhirnya terbukti kalau tuduhan mereka tidak benar, sampai sekarang dia mengira gue tidak mau terburu-buru menikah karena tidak yakin dengan pasangan gue sekarang. Orang-orang sok tau seperti ini menyebalkan memang, tapi pasti adalah di hidup kita. Kalo gue sih gak mau ambil pusing.

He Loves Me, He Loves Me Not?

Just because someone doesn’t love you the way you want them to, doesn’t mean they don’t love you with all they have – Unknown.

Dalam suatu hubungan, entah itu dalam hubungan pertemanan, hubungan romantis, perkawinan maupun orang tua – anak, kita cenderung untuk menyenangkan orang lain semampu kita.  Lalu, kenapa dalam hubungan juga terjadi banyak miskomunikasi tentang apa yang dirasakan dan muncul pertanyaan “sebenernya dia sayang gak sih?”. Tidak jarang pertanyaan ini menimbulkan konflik dalam suatu hubungan. Continue reading