VACATION: Pulau Semak Daun

Pernah kepikir gak di daerah Jakarta ada tempat liburan yang asik tapi private? Kalau belom pernah berarti harus ke Pulau Semak Daun. Ini bukti ada tempat liburan di sekitar Jakarta tapi benar-benar private. Jadi ceritanya, gue diajak Edy, teman sekaligus ketua KeMANGTEER Jakarta, untuk liburan dan tahun baruan di Kepulauan Seribu. Rencana awal ada sekitar 9 orang yang berangkat dan kita semua mau menginap di Pulau Bira Besar. Karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya destinasi berubah menjadi ke Pulau Semak Daun.

IMG_1822

Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Muara Angke. Gak ada kapal yang mengantar langsung ke Pulau Semak Daun. Jadi kami semua naik kapal menuju Pulau Pramuka. Perjalanan dari Muara Angke ke Pulau Pramuka memakan waktu 2,5 jam. Waktu itu ombak lagi tinggi dan gue sempat mabuk laut untung tidak sampe muntah kaya Etu. Gue benar-benar takut karena itu pertama kalinya gue naik kapal dan kapalnya goyang-goyang. Turun di Pulau Pramuka kami makan siang dan langsung mencari pantai yang bagus disana. Pulau Pramuka banyak gedung-gedung administratif, wajar saja pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Seribu memang disini. Saat itu banyak sekali wisatawan yang datang ke Pulau Pramuka mungkin ingin tahun baruan di sana. Agak kecewa karena pantai di Pulau Pramuka sebagian besar sudah direklamasi, kami menemukan pantai di belakang Pulau dan hamparan pasirnya sempit. Karena banyak baby mangrove dan memang sudah tidak tahan lagi nyebur maka gue dan temen-temen gue akhirnya main air dan foto-foto dengan background baby mangrove.

IMG_1658

Sekitar jam 2 siang kami siap-siap menuju Pulau Semak Daun. Perjalanan sekitar setengah jam. Jangan bayangkan Pulau Semak Daun sama seperti Pulau Pramuka yang ramai. Pulau Semak Daun adalah pulau tidak berpenduduk, jadi jangan harapkan ada homestay-homestay seperti di Pulau Tidung, Pramuka, Pari, atau Harapan. Kami memang berniat kemping di sana. Begitu sampai kami mendirikan tenda dan kembali bermain air. Awalnya, gue cuma mau basah-basahin kaki tapi liat Edy sama Haris nyebur ke laut di bawah dermaga yang airnya biru banget gue jadi tertarik. Akhirnya gue ikutan berenang disusul Odite, Kiki, dan terakhir Etu. Gue bener-bener gak nyangka ada pantai sebagus itu gak jauh dari Jakarta. Pasirnya putih airnya bener-bener biru jernih sampe bisa liat dasar laut. Dan yang paling penting di situ cuma kami berenam. Benar-benar private. Ada satu warung tempat kami membeli makan atau mengecas hp, maklum belum ada listrik.

IMG_1692Really can’t ressist this blue sea

Pantai di pulau itu putih banget bikin gue pengen tidur-tiduran rasanya. Gue dan teman-teman gue ngediriin tenda persis di depan pantai. Dari tenda kedengeran suara ombak, langsung bisa liat pantai, dan langsung bisa ngerasain angin laut. Udah selesai basah-basahan akhirnya gue bersih-bersih dan masak buat makan malam. Sebenarnya gue bisa beli makanan di satu-satunya warung di pulau itu, tapi karena malem pertama masih semangat-semangatnya kemping jadi kami semua memutuskan masak makanan sendiri. Ini bukan kali pertama gue kemping, gue pernah kemping di daerah gunung waktu SMP beda dong sensasinya di gunung sama pantai.

IMG_1681

Paginya gue bangun langsung keluar tenda liat pantai. Pasirnya basah gara-gara semalam hujan. Langit mendung pagi itu dan air laut lagi pasang, gue sampe panik liat air laut yang jaraknya jadi dekat banget sama tenda. Edy bilang memang kalo subuh air laut pasang tapi nanti siang juga surut lagi dan bener sih gak sampe siang sekitar jam 10 airnya surut, gue dan teman-teman guepun lanjut main air tapi gak sampe berenang kaya kemarin. Semakin siang air lautnya semakin surut, saking surutnya sampe keliatan ada gundukan pasir di tengah laut. Gak mau ketinggalan momen gue dan teman-teman gue langsung ke tengah gundukan itu.

IMG_1855

Between the sea

Pokoknya 3 hari 2 malem di sana bener-bener menyenangkan. Private banget berasa pulau sendiri. Ya bagian gak enaknya sih kalo mulai malem sepi agak-agak mencekam tapi worth it lah sama pantainya. Lagipula selama gue di sana gak ada kejadian macem-macem. Kalo diajak kesini sih mau-mau aja cuma gak musim hujan aja deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: