VACATION: Pulau Onrust, Pulau Cipir, & Pulau Kelor

Minggu lalu, gue dan sahabat-sahabat gue short trip ke Kepulauan Seribu. Timi yang awalnya ngajak gue setelah dia gagal ngajak gue ikut ke Papandayan akhir Januari lalu. Gue setuju buat ikut dan ngajak sahabat gue yang lain, Pipi dan Euis.

Pulau tujuan kita adalah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Kenapa tiga pulau ini sekaligus? Pertama, selain dekat dari Jakarta, ketiga pulau ini berdekatan bahkan saking dekatnya bisa keliatan dari satu pulau ke pulau lain. Kedua, ketiga pulau ini peninggalan sejarah dan memang dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Ketiga, ini short trip, kami semua pergi pagi pulang sore jadi memang cari pulau yang ada objek wisatanya bukan untuk kemping kaya waktu gue ke Semak Daun.

Pagi-pagi banget gue sama Euis tumbenan bangun pagi. Euis bahkan nginep di rumah gue biar gak telat. Jam setengah 7 kurang gue berdua Euis stand by di Kalideres sampe jam setengah 8 ternyata salah meeting point. Duh. Akhirnya jam 8 baru deh berangkat ke Muara Kamal, karena ketiga pulau ini lebih dekat dari Muara Kamal dibanding Muara Angke. Alhamdulillah cuaca pagi itu mendingan dibanding dua hari sebelumnya yang hujan lebat. Bahkan sampe Minggu dini hari Jakarta masih diguyur hujan, gue dan Pipi khawatir trip kita gak jadi tapi ternyata dari berangkat sampe pulang cuaca sangat mendukung.

20140227-152655.jpg

Perjalanan Menuju Pulau

Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kami sampe di tujuan pertama, Pulau Onrust. Gue langsung nyari pantai tapi ternyata sudah direklamasi semua jadi niat untuk main pasir dan main air harus gue urungkan. Nama Onrust ini berasal dari Bahasa Belanda yang artinya tidak pernah beristirahat atau dalam Bahasa Inggris ‘unrest’. Pulau ini dari jaman Belanda dijadikan pelabuhan, sebelum Tanjung Priok. Dan sampe tahun 1911 pulau ini dijadiin Barak Haji untuk orang Indonesia yang akan berangkat dan setelah pulang haji. Jadi ternyata gelar haji yang suka dipake orang-orang Indonesia itu awalnya dari orang Belanda yang mengapresiasi mereka yang sudah menunaikan ibadah haji. Jadi setelah pulang dari Mekah, mereka gak langsung dipulangkan ke daerah asal masing-masing, mereka diperiksa dulu apakah setelah dari Mekah mereka mendapat pengaruh tertentu dan berbahaya bagi Belanda atau tidak. Kalau mereka tidak berbahaya mereka dapat gelar haji itu dan sebaliknya, kalau mereka berbahaya bagi Belanda mereka akan dihukum mati.

Di Pulau Onrust terdapat Museum Arkeologi yang berisi peninggalan-peninggalan jaman Belanda. Selain itu, dikabarkan kalau di Onrust ini ada makam petinggi DI/TII, Kartosoewiryo, ini katanya sih rumor karena bentuk fisik makamnya belom ditemukan. Selain berisi peninggalan sejarah, Onrust punya cerita serem. Jadi di Onrust selain dikabarkan ada makam Kartosoewiryo, ada makam perempuan Belanda yang bernama Maria. Makam Maria ada di bagian belakang pulau dan berada pas di bawah pohon besar. Maria dikabarkan meninggal karena sakit pes. Menurut cerita yang beredar, sosok Maria masih suka menampakkan diri pada malam tertentu.

20140226-165548.jpg

Kincir Angin Khas Belanda Dekat Demaga Pulau Onrust

20140227-152424.jpg

Miniatur Pulau Onrust

Setelah makan siang, kami lanjut ke tujuan selanjutnya, Pulau Cipir. Cukup menempuh sekitar 5 menit perjalanan kami sampai di sana. Pulau Cipir ini dulunya Rumah Sakit Haji dan sampai sekarang masih ada puing-puing bangunannya. Di Pulau Cipir ada bagian pantai yang tidak direklamasi, jadi langsunglah gue melaksanakan niat gue untuk main air dan pasir. Dari pantai ini keliatan Pulau Bidadari, tapi sayang kami gak kesana. Pasirnya gak seputih waktu di Semak Daun, airnya juga gak sebiru di Semak Daun. Gak heran sih, karena jaraknya dekat dari Jakarta mungkin sudah mulai kena pencemaran. Puas main air, kecapekan dan kami istirahat di pendopo-pendopo pinggir pantai. Anginnya bikin ngantuk dan akhirnya gue tidur nyenyak banget haha. Gue bangun gara-gara dibangunin Timi karena udah mau pulang.

20140226-165418.jpg

Pulau Bidadari yang Keliatan Dari Pulau Cipir

Sekitar jam 4 kami pulang. Rencana awal mau ke Pulau Kelor tapi gak jadi karena ombak lagi tinggi, akhirnya cuma muterin pulau. Pulau Kelor kecil banget ternyata mungkin gara-gara itu namanya Kelor kan daun kelor kecil haha sotoy. Di Pulau Kelor ada Benteng Martello, benteng pertahanannya Belanda. Katanya sih yang sekarang ini tinggal sisanya, dulu lebih besar lagi. Pulau Kelor ini sempat jadi tempat nikah Atiqah Hasiholan sama Rio Dewanto juga *penting*. Sayang gak bisa mampir dan liat langsung Benteng Martellonya, mungkin next time.

20140226-165234.jpg

Benteng Martello, Pulau Kelor

Jadi begitulah short trip gue bersama sahabat-sahabat gue minggu lalu. Seru dan menambah wawasan. Semoga gue bisa jalan-jalan lagi dalam waktu dekat.

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 thoughts on “VACATION: Pulau Onrust, Pulau Cipir, & Pulau Kelor

  1. moniklicious July 10, 2014 at 3:22 PM Reply

    Ada rician biaya ka ? Mau tau budgednya makasi

    • Khairunnisa Siregar July 10, 2014 at 3:27 PM Reply

      Waktu itu aku ikut paket dari Teman Jalan one day trip ke tiga pulau itu 95rb sudah termasuk kapal PP dan konsumsi. Bisa hubungi ‪cp Teman Jalan di 08998161526(Chairul) utk info lebih lanjut.‬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: