De Javu

Hampir dua minggu, berita hilangnya pesawat Malaysia Airlines beredar dimana-mana. Pesawat Boeing 777-200 yang menuju Beijing, China hilang kontak setelah dua jam take off. Kerja di salah satu portal berita bikin gue lumayan dapet banyak informasi tentang berita ini. Gak tau kenapa gue berasa agak de javu.

Waktu denger berita ini gue langsung merinding. Gue keingetan peristiwa yang agak mirip yang terjadi sekitar 4 tahun lalu, tepatnya 1 Januari 2007. Ya, pesawat Adam Air yang bertujuan ke Manado hilang di perairan Sulawesi. Gue memang gak mengalami langsung, tapi karena saat itu Bokap gue kerja di maskapai itu secara gak langsung berefek ke gue. Terutama setelah gue tau kalau pesawat yang dinaiki Bokap gue dari Surabaya persis bersebelahan dengan pesawat itu. Bokap gue kerja di maskapai penerbangan di bagian teknik dan hampir setiap hari pp dinas ke luar kota. Malam itu waktu tau ada berita pesawat Adam Air hilang kontak, gue langsung histeris nanya Nyokap hari itu Bokap dinas kemana. Nyokap jawab lupa dinas kemana, gue panik dan langsung menelpon Bokap gue dan ternyata hp Bokap aktif walaupun agak lama Bokap gue mengangkat telepon gue. Ternyata Bokap gue baru saja landing dan benar-benar gak tau kalau ada berita pesawat Adam Air hilang. Tapi yang jelas saat itu gue bersyukur karena Bokap gue ternyata gak ada di pesawat itu dan sudah di Jakarta lagi dengan selamat.

Gue gak mau terlalu banyak baca berita hilangnya pesawat Malaysia Airlines, terutama yang menceritakan dari sisi keluarga korban. Bukan apatis, tapi gue benar-benar gak tega. Gue gak bisa membayangkan kalau gue yang ada di posisi mereka. Waktu kejadian hilangnya pesawat Adam Air, keluarga teman Bokap gue yang saat itu ada di pesawat itu minta tolong Bokap gue untuk cari info dari kantor walaupun pada akhirnya dari kantor gak bisa banyak memberi info. Gue yang bukan siapa-siapanya teman Bokap gue aja ikut berasa sedih, apalagi mereka. Mereka nunggu-nunggu kabar setiap hari, setiap waktu malah. Istri dari teman Bokap gue itu sempet bilang kalaupun memang meninggal seenggaknya kita bisa liat jasadnya, tapi ternyata sampai sekarang gak ditemukan apapun jadi mereka mencoba mengikhlaskan.

Gue memang gak bisa berbuat apa-apa, gue cuma bisa mendoakan. Walaupun kecil kemungkinan pesawat itu ditemukan, tapi selama masih dalam masa pencarian gak ada salahnya untuk tetap optimis. Semoga keluarga dari penumpang Malaysia Airlines diberi ketabahan walaupun gak gampang buat mengikhlaskan kalaupun memang terjadi sesuatu sama pesawat itu.

Tagged: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: