Review: The Amazing Spiderman 2

DISCLAIMER: SPOILER ALERT! *Tapi kayaknya udah banyak yang nonton, sih*

the-amazing-spider-man-2-poster-4

Setelah sekian lama gak nonton di bioskop akhirnya semalem gue nonton superhero favorit gue: Spiderman. Bodo amat gue telat gak tepat minggu pertama film ini karena kesibukan-kesibukan gue *ngeles*. Dari pertama gue tau kalo The Amazing Spiderman 2 coming soon gue berjanji dalam hati apapun yang terjadi gue harus nonton di bioskop. Dan setelah sekian lama gue tidak menulis apapun di blog ini akhirnya gue menulis lagi. Ini review film pertama gue dan ditulis berdasarkan kesotoyan dan subjektifitas gue. Selamat menikmati!

Film dibuka dengan cerita masa kecil Peter Parker dengan orangtuanya. Bokapnya Peter, Richard Parker, bikin semacem video gitulah. Mengulang salah satu adegan di The Amazing Spiderman, Peter dititip ke paman dan bibinya sebelum orantuanya berangkat entah kemana. Akhirnya di film ini diceritakanlah bagaimana kronologi kematian kedua orangtua Peter Parker dan menurut gue kronologi kematian mereka keren sekali sekaligus menyedihkan.

Kemudian cerita langsung fast forward ke masa kini, Spiderman lagi mengejar seorang mafia Rusia di tengah-tengah New York. Di tengah-tengah kejar-kejaran itu, Spidey sempat menyelamatkan nyawa seorang laki-laki yang ternyata adalah seorang teknisi listrik di Oscorp dan sejak saat itu laki-laki yang bernama Max Dillon ini jadi fans fanatik Spidey. Sebenarnya ada sedikit percakapan antara mereka, intinya Spidey bilang kalau Max yang merasa dirinya gak penting dan bukan siapa-siapa itu mata dan telinga Spidey, maka dari itu Max jadi merasa penting karena dari banyak orang di New York hari itu dialah yang diselamatkan Spidey.

Di film ini yang gue liat sih lebih kuat dramanya daripada actionnya. Baik drama percintaan Peter-Gwen maupun Peter dan masa lalu orangtuanya. Gue suka banget di film The Amazing Spiderman ini banyak quote bagus, terutama tentang harapan.

The Amazing Spiderman 2 ini memperlihatkan kalau superhero juga manusia yang bisa galau dan gundah gulana karena cinta. Gue merasa di film ini terlihat banget percintaan remajanya beda sama percintaan dewasanya Peter-Mary Jane. Peter benar-benar berada dalam situasi sulit, dia sayang banget sama Gwen tetapi udah janji sama Ayah Gwen buat menjauhi Gwen karena Spiderman akan punya musuh dan bisa membahayakan Gwen. Dan akhirnya mereka putus lalu gue merasa de javu. Gue de javu karena hal ini sama kaya yang dialami Harry Potter-Ginny Weasly di Harry Potter and The Half-blood Prince. Harry dan Ginny putus karena Harry gak mau membuat nyawa Ginny terancam.

Di film Spiderman manapun pasti ada Harry Osborn dong, tak terkecuali di film ini. Harry Osborn diceritakan kembali dari Eropa karena ayahnya sekarat dan akhirnya meninggal dunia karena penyakit yang mereka sebut “Osborn’s Curse”. Penyakit ini mematikan dan menurun. Setelah kematian Norman Osborn, Oscorp tentu saja dipimpin Harry yang menurut gue terlihat underage padahal seumuran sama Peter dan bergaya seperti cowok-cowok Topman. Seriously. Lucu sih, tapi beda banget sama image Harry Osborn di film-film Spiderman biasanya.

The-Amazing-Spider-Man-2-Dane-DeHaan-e1389278539393

See? He looks like one of Topman model, rite? Source

Peter yang dari kecil temenan deket sama Harry pun menemui Harry begitu tau kalau ayahnya meninggal. Di awal pertemuan mereka, mereka terlihat sangat kaku namun akhirnya mereka akrab kembali. Suatu hari Harry meminta Peter untuk meminta darah Spiderman. Harry berasumsi kalau darah Spiderman bisa menyembuhkan dia dari “Osborn’s Curse”. Peter menolak membantu mencari darah Spiderman karena Peter gak bisa sembarangan memberikan darahnya begitu aja, bukannya menyembuhkan Harry bisa aja mati karena darah Spiderman.

Cerita berlanjut ketika Gwen menghubungi Peter dan mereka ketemuan. Apakah mereka akhirnya balikan? Tidak. Bahkan Gwen dari awal pertemuan bilang untuk memulai pertemanan di antara mereka. Peter kecewa banget dan bersikap sok tegar bisa menerima keputusan itu. Gwen bahkan berniat meneruskan studinya ke Oxford University dan berharap dengan cara itu mereka bisa benar-benar cuma jadi teman. Di tengah pertemuan itu tiba-tiba ada kejadian aneh di tengah kota. Ada sesosok mahluk yang tiba-tiba memegang kabel listrik dan aliran listriknya masuk ke dalam badannya. Kepanikan terjadi dan tentu saja Spiderman datang. Tak disangka-sangka ternyata sosok manusia listrik itu ternyata adalah Max Dillon, pegawai Oscorp yang dikira tewas karena tercebur ke kolam belut listrik genetik di Oscorp ternyata berubah menjadi Electro. Electro yang tadinya mati-matian ngefans sama Spiderman berubah jadi benci karena merasa dikhianati dan sejak saat itu Electro jadi musuh Spiderman. Lagi-lagi gue merasa de javu. Electro terlihat seperti Voldemort dan ketika dia menggunakan kekuatan listriknya itu gue juga merasa seperti Voldemort menggunakan tongkat sihirnya waktu duel sama Harry Potter, sama-sama mengeluarkan cahaya terang.

Lalu bagaimana cerita Peter dan masa lalunya? Peter awalnya masa bodo udah gak mau nyari-nyari lagi tentang orangtuanya. Tetapi karena masih penasaran dia mencoba mencari tahu siapa dan apa yang terjadi sama orangtuanya sampai meninggalkan dia waktu masih kecil. Begitu tau Peter masih mencoba mencari tau tentang ayahnya, Bibi May kecewa karena Peter yang selama ini dianggap anaknya sendiri masih belum puas dengan keluarga yang dimilikinya saat ini. Akhirnya Bibi May menceritakan satu hal tentang ayah Peter yang sulit diterima Peter, tetapi itu bisa jadi salah satu petunjuk Peter untuk mencari tau alasan kenapa ayahnya meninggalkannya. Hubungan Peter sama Bibi May juga berasa banget di film ini. Keliatan banget Peter sayang banget sama Bibi May, begitupun sebaliknya. Dari scene wisuda Peter sampai scene Bibi May jadi perawat untuk membiayai kuliah Peter.

Bagaimana kelanjutan Harry Osborn dalam pencarian darah Spiderman? Setelah mendapat penolakan dari Peter, dia mendapat pengkhianatan dari karyawan-karyawannya sendiri dong. Jadi Harry difitnah menyembunyikan fakta kematian Max Dillon aka Electro dan akhirnya dia dipecat dari perusahaannya sendiri. Dendam dan merasa dikhianati, Harry mengajak Electro kerja sama. Karena sama-sama memiliki persamaan dan kepentingan masing-masing, akhirnya mereka bekerja sama masuk ke Oscorp. Harry yang awalnya berusaha banget mendapatkan darah Spiderman berubah haluan jadi menginginkan racun laba-laba yang diyakini bisa juga menyembuhkannya dari penyakit turunannya itu. Harry akhirnya berhasil mendapatkan racun laba-laba, sedangkan Electro berhasil masuk ke jaringan listrik Oscorp dan berniat menguasai jaringan listrik itu untuk menambah kekuatannya. Apakah cerita mereka happy ending? Tentu tidak. Alih-alih sembuh, Harry malah berubah menjadi Green Goblin.

Di lain tempat, Peter Parker menemukan apa yang selama ini Ia cari yaitu alasan ayahnya meninggalkannya waktu kecil. Setelah semuanya jelas, Peter kembali galau karena Gwen akhirnya pergi meninggalkan New York dan bertolak ke London. Lagi-lagi karena cinta, Peter mengejar Gwen yang menuju bandara. Beneran deh, Spiderman ini romantis ya. Tiba-tiba aja bikin tulisan “I LOVE YOU” pake jaring laba-labanya di Brooklyn Bridge. Untung aja Gwen gak kaya gue, kalo Gwen kaya gue mungkin jaring laba-laba itu udah difoto dan diupload ke path dan instagram. Ketauan dong identitas Spidermannya haha. Dan lagi-lagi gue harus mengakui kalau quote “You can’t be just friends with someone you’re madly in love with” itu benar, pada akhirnya Peter dan Gwen saling mengakui kalau mereka masih saling mencintai dan akhirnya mereka bersama lagi.

Namanya juga superhero, banyak musuhnya. Lagi mesra-mesraan sama Gwen, tiba-tiba Electro berulah. Akhirnya Spidey turun tangan dan drama kembali terjadi, Gwen minta ikut dan jelas saja langsung ditolak Peter. Setelah sedikit adu argumen akhirnya Peter pergi sendiri dan menahan Gwen dengan jaring laba-labanya. Spiderman menghadapi Electro sendirian dan di tengah pertarungan Gwen muncul dna membantu mengalahkan Electro. And happily ever after. Oh, ini bukan cerita Princess-Princess Disney tentu saja ini semua belum berakhir. Tiba-tiba muncul musuh baru yang diketahui ternyata Green Goblin aka Harry Osborn. Dendam kesumat membutakan Harry dan pertarungan sengit tak terelakkan hingga mengorbankan Gwen. Iya, Gwen meninggal. Akhirnya Peter kembali kehilangan orang yang dia sayang. Dan lagi-lagi gue de javu. Scene tewasnya Gwen mirip sama scene tewasnya Dumbledore, jatuh dari ketinggian sekian meter. Sedih tapi gak terlalu dramatis menurut gue, yang bikin sedih adalah Peter yang kelihatan sangat menyesal dan rapuh. Iya, Peter rapuh banget sampe bilang dia gak bisa kalo gak ada Gwen. Setelah kematian Gwen, Peter galau berbulan-bulan dan tentu saja Spiderman menghilang. Lalu bagaimana kelanjutannya kalau Spiderman menghilang? Tentu saja akhirnya dia kembali karena seperti yang dikatakan Peter ke Harry: “Spiderman gives people hope”.

Gue suka banget sama film ini. For me this is the most favourite Spiderman film ever. Gue suka ceritanya, castnya, emosinya, dan terutama quotenya. And here are my favourite quotes:

What makes life valuable is that it doesn’t last forever… What makes it precious is that it ends. I know that now more than ever. And I say it today of all days to remind us that time is luck. So don’t waste it living someone else’s life, make yours count for something. Fight for what matters to you, no matter what. Because even if you fall short, what better way is there to live?- Gwen Stacy

It’s easy to feel hopeful on a beautiful day like today, but there will be dark days ahead of us too, and there’ll be days where you feel all alone, and that’s when hope is needed most. Keep it alive. No matter how buried it gets, or lost you feel, you must promise me, that you will hold on to hope and keep it alive. We have to be greater than what we suffer. My wish for you, is to become hope. People need that. I know it feels like we’re saying goodbye, but we will carry a piece of each other into everything that we do next, to remind us of who we are, and of who we’re meant to be. I’ve had a great four years with you, and I’ll miss you all very much.- Gwen Stacy

I once told you that secrets have a cost. The truth does too.- Aunt May

Everyone has a part of themselves they hide, even from the people they love most. And you dont have forever, none of us ever do.- Aunt May

Do I have to lose you too?- Peter Parker

I think it’s time to let it go, not because I don’t love you but because I actually do.- Gwen Stacy

No offense but you’re wrong, you were wrong about us being on different paths, we’re not on different paths, you’re my path.- Peter Parker

 

 

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

8 thoughts on “Review: The Amazing Spiderman 2

  1. Wangga Kharisnu May 8, 2014 at 9:31 PM Reply

    Gue nggak mau baca nanti takut nonton filmnya jadi nggak seru. Hahahaha

    • Khairunnisa Siregar May 8, 2014 at 9:40 PM Reply

      Yawda lu nonton dulu baru baca biar seru. Spoiler dimana-mana nih haha

  2. ah gak ngeti gue, film spiderman bukannya udah ada sampai 2 ?
    ini versinya beda ya ?

    • Khairunnisa Siregar May 9, 2014 at 5:38 AM Reply

      Spiderman mah sampe 3. Ini The Amazing Spiderman, ceritanya dari Peter Parker jaman SMA.

  3. Agatariza Tara May 9, 2014 at 12:37 PM Reply

    spiderman nya keren nih, sayang gwen nya meninggal😦

  4. Nka May 10, 2014 at 7:43 AM Reply

    syudah nonton walaupun tadinya cuma mau nemenin adek soalnya gak terlalu suka… tapi kelar nonton “GILE INI FILM KEREN AMAT”

    • Khairunnisa Siregar May 10, 2014 at 7:53 AM Reply

      Gak nyesel kan jadinya nemenin nonton Spiderman? Hihi. Anyway makasih udah mampir nka😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: