Behind the Scene: Singapore Trip

Suatu hari yang tidak cerah, gue sedang berkutat dengan bab 3 yang semakin mepet dengan deadline. Tiba-tiba, ada line masuk. Ternyata dari sang Ibu Deputi Disiplin FIB 2011, Monicha Maya Puspita. Awalnya Maya menanyakan budget dan tempat-tempat yang gue datangi sewaktu gue ke Spore dua tahun lalu. Semakin lama semakin seru, lalu munculah statement: “Lu gak mau ikut gue, Ca?”. Gue bener-bener gamang. Mau ikut tapi skripsi belum selesai, gak mau ikut tapi gue sebenernya pengen juga balik ke sana lagi. Akhirnya gue mengiyakan ajakan Maya tapi tanpa kejelasan, karena kami berdua tidak tahu kapan akan berangkat. Haha.

Berbulan-bulan berlalu sejak percakapan kami bulan Mei itu, gue dan Maya menunggu harga tiket turun supaya bisa berangkat. Gue agak-agak hopeless berangkat dalam waktu dekat ini, karena perkiraan kami pasca lebaran harga tiket turun atau ada promo apalah tetapi ternyata tidak. Gue pun mulai berpikiran untuk let it go karena bulan Agustus juga gue harus wisuda jadi agak susah juga kalau gue liburan sebelum wisuda. Belum tenang dan ditambah lagi tabungan gue menipis karena keimpulsifan gue beberapa saat sebelumnya. Ternyata Tuhan berkehendak lain, suatu siang yang cerah tepatnya 3 hari sebelum wisuda Maya me-line gue mengabarkan kalau dia mendapat tiket pesawat yang cukup murah untuk perjalanan ke Spore. Langsunglah dengan impulsif Maya membook tiket tersebut dengan penentuan tanggal berangkat dan pulang yang sangat diperkirakan sekali sekenanya. Bagaimana dengan gue? Tenang saja, gue dengan tingkat keimpulsifan yang sama langsung menelpon Bokap meminta mengurus tiket untuk trip ini.

Tepat tanggal 27 Agustus 2014 Bokap gue memberikan tiket pesawat yang siap gunakan. Hari sebelumnya gue dan Maya sudah membook dan membayar penginapan yang akan kami tumpangi di Spore nanti. Keesokan harinya, yang tidak lain adalah hari gladiresik wisuda gue sempat-sempatnya COD dengan seorang penjual tiket Universal Studios Singapore. Iya, gue seniat itu. Dan yang paling menggelikan dari semua ini adalah gue dan Maya seminggu terakhir sebelum berangkat selalu memantau kurs SGD, demi mendapat penukaran sebanyak-banyaknya hahaha. Kurang lebih selama 2 minggu kami mempersiapkan semuanya. Bener-bener jauh banget persiapannya dibanding 2 taun lalu tapi gue lebih puas karena mulai dari tiket, penginapan, USS, termasuk itinerary gue dan Maya urus semuanya berdua. Bukan tanpa drama juga kami mengurus semua ini, mulai dari drama tiket yang tidak kunjung turun, permohonan cuti Maya, sampe drama pemesanan penginapan yang harus menggunakan kartu kredit, sedangkan kami berdua tidak ada yang memiliki kartu kredit.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Lebay haha. Kamis, 11 September 2014 gue dan Maya bersepakat untuk izin ke kantor masing-masing setengah hari. Tepat pukul 2 siang gue pulang dan bersiap-siap untuk berangkat. jarak tempuh rumah gue dan bandara yang hanya 15 menit membuat gue agak santai, tetapi tidak dengan Bokap gue. Bokap gue menyuruh gue untuk berangkat sebelum Magrib, padahal flight gue jam 20:40. Akhirnya gue tetap mengikuti saran Bokap gue karena Bokap gue sekalian berangkat kerja. Pukul 20:40 pesawat take-off dan gue menuju Singapura. It was my very first flight alone by myself. So, the story begins…. IMG_7328.JPG Jadi bagaimana Singapore Tripnya? Tunggu cerita gue di postingan berikutnya.

Tagged: , , , , ,

8 thoughts on “Behind the Scene: Singapore Trip

  1. Rizky Januardi Satria September 16, 2014 at 1:29 PM Reply

    Lah ini belom kelar? -___-

    • Khairunnisa Siregar September 16, 2014 at 1:31 PM Reply

      Kan ceritanya behind the scene, Ky. Cerita lengkapnya menyusul hahaha

  2. Bekicot September 17, 2014 at 10:44 AM Reply

    Ahseeek yaa bisa jalan jalan keluar..

  3. Dwi Kresnoadii September 17, 2014 at 7:43 PM Reply

    Yaaaak. Siap menanti cerita di sana. Baru pertama main ke sini deh kayaknya. Salam kenal ya \:D/

    • Khairunnisa Siregar September 17, 2014 at 10:37 PM Reply

      Oke tunggu aja bentar lg kok lanjutan ceritanya. Btw, terimakasih ya udah mampir

  4. fadillahnura September 24, 2014 at 7:04 PM Reply

    *siap-siap dibikin iri di cerita selanjutnya*

  5. fanny fristhika nila November 9, 2014 at 5:19 PM Reply

    persiapan sebelum traveling itu, walo rempong, tp slalu yg paling aku suka😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: