New Things I’ve Got While Singapore Trip

Kali kedua ke Singapura dengan partner yang berbeda rasanya tentu tak sama. Masih dengan cerita Singapore Trip gue, walaupun kedua tapi menurut gue yang ini lebih berkesan dan gue lebih puas. Meskipun destinasinya sama dan tempat-tempat yang dikunjungi sebagian besar sama, tapi ada beberapa hal yang bener-bener baru dan menyenangkan buat gue.

1. I can handle it

Di trip kedua ini gue benar-benar arrange semua dari awal dan berdua sama Maya, di beberapa hal ada yang gue handle sendiri. Trip pertama gue terima jadi karena gue males ngurus ini itu. Kali ini gue urus booking penginapan, beli tiket USS, bikin itinerary, dan budgeting sendiri. Booking penginapan ini susah-susah gampang. Seperti yang gue ceritakan di sini, gue dan Maya gak punya credit card jadi kami agak kerepotan untuk membook hostel. Tapi akhirnya bisa karena pake credit card Bokapnya Maya. Beli tiket USS juga gampang-gampang susah karena awalnya Maya mau beli di Living Social tapi karena beberapa hal batal. Akhirnya gue mencari tiket USS di kaskus dan memang rejeki dapat 2 tiket USS dengan harga masing-masing Rp 500.000 (harga resminya SGD 74).

2. Tidur di bandara

Bukan bermaksud sok-sok backpacker banget, tapi gue sampe Changi jam 23:35 waktu setempat dan Maya sampe jam 00:30 waktu setempat. MRT tutup jam 23:00 dan buka lagi 05:30. Jadilah kami menunggu MRT beroperasi dan akhirnya tidur di bandara. Kami bukan satu-satunya yang tidur di bandara jadi gak terlalu aneh kalo ada yang melihat kami. Walaupun hanya sekitar 4-5 jam tapi kesiksa juga ya, Nek. Iyalah tidurnya di bangku dan AC bandara dingin banget. Gue yang memang gak kuat dingin makin gak bisa tidur gara-gara kedinginan. Gue berasa ikut dunia lain, nungguin pagi yang sebenernya 5 jam tapi rasanya lama betul.

3. Makan makanan India

Staf-staf hostel tempat kami menginap friendly banget. Salah satu dari mereka yang bernama Sebastian adalah orang India. Sebastian ini orangnya menyenangkan dan suka mengobrol. Pagi kedua di Spore, dia mengajak gue dan Maya untuk ikut dia makan makanan India di foodcourt daerah Little India. Thosai nama makanannya. Bentuknya kaya lembaran crepes yang digulung tapi tawar dan lebih tebal dan lebar. Disajikan dengan Vadai, sejenis snack ala India berbentuk bulat dan terbuat dari terigu. Mungkin semacam bakwan kalo di sini. Selain itu, Thosai dilengkapi dengan dua jenis bumbu berwarna merah dan hijau, gue lupa apa namanya yang jelas merah itu pedes kayanya terbuat dari cabe dan yang hijau dari semacam daun-daunan atau rempah-rempah berwarna hijau. Gue pikir gak akan kenyang makan Thosai karena cuma selembar, tapi ternyata kenyang. Rasanya? Enak tapi gue gak kuat sama bau dari bumbu-bumbu makanan India. Baunya nyengat banget.

IMG_7126.JPG

4. Ngomong Bahasa Rusia sama stranger

Dari Sebastian gue baru tau kalo ada bule Rusia yang menginap di hostel yang gue tempati. Pagi itu selesai sarapan gue masih di ruang tamu, bule itu datang dan Sebastian menyuruh gue untuk ngomong dalam Bahasa Rusia. Gue sadar diri banget Bahasa Rusia gue gak bagus, awalnya gue gak mau tapi akhirnya gue beranikan diri untuk sekedar bilang “Dobre utra”. Bule itu kaget karena gue bisa Bahasa Rusia dan akhirnya gue mengobrol dengan Bahasa Rusia yang terbata-bata. Dia bilang Bahasa Rusia gue cukup bagus dan dia menawarkan gue untuk mempraktekan Bahasa Rusia gue. Surprise banget sih akhirnya bisa make Bahasa Rusia di luar kampus dan dibilang bagus haha.

5. Ke pasar tradisional Spore

Ke pasar tradisional mungkin biasa aja kalo di sini, tapi ini di Spore. Jadi ini diajak Sebastian juga habis makan makanan India. Namanya Tekka Market di daerah Little India. Pasar tradisionalnya kaya pasar modern di Jakarta. Gue liat-liat ya gak jauh beda sama pasar di sini, jual sayur, buah, ikan, dan daging. Oia karena terletak di daerah Little India jadi di pasar ini banyak jual bumbu-bumbu khas India gitu. Selain itu ada toko-toko yang menjual kain Sari. Sekilas gue sempat liat harga-harganya dan agak kaget liat mangga yang harganya SGD 10 dapet 3. Mahal banget. Tapi bener kata Maya, mungkin buah-buah di Spore impor makanya mahal. Di Tekka Market ada food court yang 80% diisi stand makanan India dan sisanya makanan Cina. Sayang, waktu ke sini gue gak sempat foto-foto karena gak bawa hp.

Begitulah pengalaman-pengalaman baru yang gue dapatkan di Singapore Trip kedua. Menarik dan menyenangkan. Setiap trip memang pasti ada cerita sendiri, sih. Semoga trip-trip selanjutnya pengalaman-pengalaman yang gue dapatkan lebih menarik dari yang sekarang deh ya.

 

Tagged: , , , , , , , , , ,

18 thoughts on “New Things I’ve Got While Singapore Trip

  1. M Attaritsabitsah Gibran October 3, 2014 at 1:09 PM Reply

    Seruu….Ikutan dong…ajak doong😀 hehe
    aku gak pernah ke luar negeri, keluar kota aja jarang… Tapi mau bekpekeran…

    • Khairunnisa Siregar October 3, 2014 at 1:54 PM Reply

      Kalo memang niat pasti bisa kok backpackeran. Kalo belom berani ke luar negeri ke luar kota aja dulu. Have a nice trip!

  2. Lupa Nama October 4, 2014 at 12:43 AM Reply

    wah asyik yaaa,
    ikutann donkk, hehehe
    oiyaaa mampir diblog q yukk, http://seo-paper.blogspot.com/2014/08/asus-zenfone-smartphone-android-terbaik.html

  3. New Things I've Got While Singapore Trip October 4, 2014 at 5:32 AM Reply

    […] By Khairunnisa Siregar Kali kedua ke Singapura dengan partner yang berbeda rasanya tentu tak sama. Masih dengan cerita Sing Source: New Things I’ve Got While Singapore Trip […]

  4. TIRS October 4, 2014 at 1:52 PM Reply

    Gua pernah baca di blog-blog backpacker, emang katanya banyak yang tidur di bandara Changi. Gokil juga ya.😀

  5. Arul Ivansyah (@Arulivansy) October 4, 2014 at 4:40 PM Reply

    kak jajannya kirim ke kosanku😀

  6. fadillahnura October 4, 2014 at 5:54 PM Reply

    Itu sejenis bakwan? Beda gitu ya, kakca. .___.

    Asik yg ngomong pakai Bahasa Rusia.
    Ah, seru bgt sih yg udh 2kali kesana. Pengin ih.

    • Khairunnisa Siregar October 6, 2014 at 12:01 PM Reply

      Kalo thosai itu sejenis crepes gitu. Kalo wadai iya kali ya kaya bakwan gitu tp lebih tebel. Yuk, ke Spore kan dari PKU deket dil

  7. Khoirina October 5, 2014 at 5:22 AM Reply

    Asik kan memang pergi-pergian, selalu dapet pengalaman baruuuu. keren! :))

  8. arman October 7, 2014 at 10:16 PM Reply

    sebastiannya baik banget ya. jangan-jangan dia ada rasa lagi sama kakak? hahaha
    asik bener deh bisa sering jalan2 ke luar negeri gitu

    • Khairunnisa Siregar October 8, 2014 at 5:30 PM Reply

      Hahaha yakali deh man. Belom sering kok baru dua kali. Amin aja deh sering :p

  9. fanny fristhika nila November 9, 2014 at 4:47 PM Reply

    itulah yg bikin aku nagih traveling…🙂 selalu dpt pengalaman baru dan seru… cuma memang sih, partner travelingku dr dulu ampe skr slalu ama suami… tp ttp, karena negara2 yg kami dtgin beda tiap thn, pasti ceritanya beda2😉

    kalo ke singapur, aku biasanya ngelepas stress mba… ke daerah clarke quay, naik reverse bungy ato giant swingnya… reverse bungy sayanganya blm kesampaian krn wkt itu lg maintenance… giant swing seruuuuu ^o^.. serasa terjun dari gedung naik itu…

  10. Zainul Abrar January 13, 2015 at 9:10 PM Reply

    Malam mba…
    Mohon infonya dong beli tiket USS-nya di kaskus sama siapa ya, id kaskus atau lapak fjb-nya klo berkenan di share.
    Thanks.

    • Khairunnisa Siregar January 13, 2015 at 9:15 PM Reply

      Lupa idnya apa soalnya dia jual jg karena gak kepake waktu ke spore dan masih berlaku jd dijual murah aja sm dia

      • Zainul Abrar January 14, 2015 at 9:08 AM

        Owh gitu… Oke deh mba, thanks ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: