Menjadi Perempuan: Bahkan Pakaiannyapun Diatur

Sebenarnya sih gue lagi gak berniat nulis apa-apa hari ini, tapi begitu buka Facebook adalah satu hal yang menggangu pikiran gue. Jadi, ada seseorang yang cukup gue kenal dengan baik memposting suatu gambar dan minta dijelaskan maksud dari gambar tersebut. Beberapa orang merespon dan tidak ada satupun yang menurut gue memberikan penjelasan yang seharusnya. Kebanyakan malah menjudge dan memojokkan.

1452467_588817901224154_8092673016114555852_n

Ini gambar yang gue maksud

Asli gue gatel banget pengen komen dan jujur aja gue emosi tapi karena gue tau orang-orang kaya gitu pasti gak bisalah diajak ngomongin masalah kaya gini dan ujung-ujungnya ya kalo gak bawa-bawa agama, pasti gak kelar-kelar. Percuma. Maka dari itulah gue membuat postingan ini.

Buat yang gak ngerti apa maksud tulisan yang dibawa laki-laki di gambar itu, gue jelasin sedikit deh ya. Maksud dari tulisan itu adalah masyarakat (patriarki, khususnya) selama ini mengatur bagaimana perempuan harus berpakaian. Ya, sadar gak sadar sih. Muncul stigma-stigma kalo perempuan yang pake pakaian terbuka berarti perempuan gak bener. Itu salah satunya. Perempuan sendiri mungkin gak sadar kalo pakaian mereka diatur society. Selain itu, seringkali kalo ada apa-apa terhadap seorang perempuan, katakanlah pelecehan seksual hingga perkosaan, yang disalahkan PASTI perempuannya. Entah karena pakaiannya yang dianggap mengundang atau semisal karena perempuan tersebut masih berada di luar rumah ketika malam hari. Pada kenyataannya, pelecehan seksual dan perkosaan itu terjadi ke perempuan yang pakaiannya gak `terbuka` dan gak terjadi cuma di malam hari. Tapi karena patriarki, tetaplah si perempuan yang disalahkan. See? Gak adil banget kan. Perempuan diatur bagaimana harus berpakaian, bahkan ketika pakaiannya sudah tertutup pun masih ada aja orang jahil. Gue gak ngomong asal, karena beberapa temen gue yang berhijab pun seringlah mengalami kejadian gak enak, mulai dari diresein dengan cara dipanggil-panggil sampai disentuh salah satu bagian tubuhnya. Jadi yang gue mau tekankan di sini adalah, bukan masalah pakaiannya tapi ya masalah mindsetnya.

Gue dua kali ke Spore. Selama dua kali itu gue dan teman-teman perempuan gue menyadari satu hal. Di Spore, perempuan bebas memakai baju apa pun yang mereka mau, bahkan di angkutan umum sekalipun dan gak ada yang rese menggangu perempuan yang pake hotpants atau rok mini. Kenapa? Ya karena mindset itu tadi. Kalo mindsetnya udah diatur untuk mikir kalo tubuh perempuan itu harus ditutup karena mengundang laki-laki untuk macem-macem, ya jadi gitulah. Banyak dari kita yang perempuan dari kecil sudah diajarkan untuk jaga diri, tapi bagaimana dengan anak laki-laki? Gak disuruh jaga diri juga? Percuma dong perempuan jaga diri tapi laki-laki gak diajarkan kalo perempuan itu bukan untuk dijadikan objek seksual. Kasian perempuan, bahkan badan dan pakaiannya pun mesti diatur sama masyarakat. Sedih sih, emosi juga tapi ya mau gimana lagi balik lagi ke mindset. Susah mungkin untuk mengubah mindset masyarakat yang patriarki itu, ya at least gue berharap orang-orang di sekitar gue ajalah yang gak bermindset kaya gitu. Oia, kebebasan berpakaian di sini maksud gue ya perempuan bebas memakai pakaian apapun yang mereka suka, mau pake tank top kek, mau pakai hijab, selama gak merugikan orang lain dan memang tepat sama occasionnya ya gak masalah. Seharusnya.

 

 

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

12 thoughts on “Menjadi Perempuan: Bahkan Pakaiannyapun Diatur

  1. TIRS October 9, 2014 at 2:34 PM Reply

    Iya juga ya.. Mindset orang-orang yang emang harusnya diubah.
    Semoga aja deh banyak masyarakat yang ngerti akan hal ini.

    • Khairunnisa Siregar October 9, 2014 at 2:50 PM Reply

      Iya memang harusnya gitu. Amiin banget amiin semoga bener bisa berubah mindset orang-orang yg kaya gitu.

  2. Akbar Maulana October 9, 2014 at 2:39 PM Reply

    Ya mindset dari awal lah yang secara turun menurun mengatur itu bahwa cewek yang pakai baju “terbuka” dianggap negatif

    • Khairunnisa Siregar October 9, 2014 at 2:49 PM Reply

      Ya memang itu semua karena patriarki. Kan gue bilang harusnya mindsetnya jgn kaya gitu.

  3. arman October 15, 2014 at 10:09 PM Reply

    wohoo. gua juga baru belajar gender nih komunikasi sosial. cowok dan cewek emang dituntut oleh masyarakat agar menjalankan perannya tanpa banyak mencla-mencle. tapi ya itu tadi, di sini pola pikir dan cara hidup kita beda dengan orang luar kak. bukan mau memojokkan perempuan. karena kalau perempuan boleh bebas menggunakan pakaian apa aja, bukankah berlaku sebaliknya, cowok juga bebas menggunakan imajinasi mereka.

    susah kelarnya sih masalah ini. haha

    • Khairunnisa Siregar October 16, 2014 at 12:05 PM Reply

      Sebenernya sih balik lagi ke mindset itu man. Kalo dua belah pihak itu mindset sama-sama mikir kalo laki-laki sama perempuan setara ya bisa aja sih.

  4. fanny fristhika nila November 9, 2014 at 1:17 PM Reply

    sama mba…aku juga males deh kalo udh baca komen2 negatif yg slalu nyalahin perempuan… bbrp temen di FB yg suka sebar link provokatif bgitu lgs aku unfriend udah.. dan kbnyakan, malah semuanya sih, slalu yg spertinya mngikuti ajaran garis keras -__- org2 bgini nih yg suka ribut ga jelas dgn ngejudge org lain..kyk dirinya udh perfect aja..hihhhh

    emosiii..

  5. gilaroda2 November 16, 2014 at 8:53 PM Reply

    STATISTIK ANGKA TINGKAT KEJAHATAN PERKOSAAN DI 166 NEGARA DUNIA berdasarkan European Institute for Crime Prevention and Control International Statistics on Crime and Justice, 2011

    # 1 France: 10,277
    .
    .
    .
    # 94 Singapore: 2.7
    .
    .
    .
    # 109 Indonesia: 0.7
    .
    .
    .
    # 116 Pakistan: 0
    DEFINITION: Number of sexual assaults recorded by police in that country per 100,000 population.

    klo menurutmu gmn tuh?

    • Khairunnisa Siregar November 17, 2014 at 2:40 PM Reply

      Itu data dapet darimana? Gue udah cek European Institute for Crime Prevention and Control International Statistics on Crime and Justice tapi gak ada. Lagian maksud lu apa? Mau nunjukin hubungan pakaian sama perkosaan? Apa ada data yang menunjukan bahwa banyaknya kasus perkosaan di negara tertentu karena pakaian? Coba mana gue mau liat. Btw liat ini deh http://tribune.com.pk/story/728949/zero-conviction-rate-for-rape-senator-proposes-constitutional-changes/. Di Pakistan pun gak sedikit kasus perkosaan.Satu lagi, coba cek negara-negara yang katanya pakaiannya tertutup, yakin gak ada perkosaan? Coba cek aja dulu.

      • gilaroda2 November 17, 2014 at 3:07 PM

        maksud sy ya sekedar sharing dan minta pendapat kamu aja, krn kebetulan nemu data diatas, singapore tingkat pemerkosaan masih diatas Indonesia, karena klo baca artikelmu kan di s.pore bisa bebas pake baju apa aja tanpa masalah. oya untuk sumber lain bisa cek: http://www.nationmaster.com/country-info/stats/Crime/Violent-crime/Rapes, s.pore ada di peringkat 76, tapi Indonesia malah gak masuk, gak tau juga, datanya mungkin blm dimasukin ato blm lengkap…oiya ada lagi nih cb cek video berikut tentang efek pakaian, tapi klo sdh tau ya minta pendapatmu aja, terkait dgn isi artikelmu: http://www.youtube.com/watch?v=mgw6y3cH7tA
        btw, thanks. (sblmnya mohon maaf ya, cm sekedar ingin bertukar pendapat, dan semua kembali ke masing2 pribadi). keep blogging!🙂

      • Khairunnisa Siregar November 17, 2014 at 3:12 PM

        Maksud gue, di Spore pake baju apa aja naik kendaraan umum lebih aman gak kaya di sini even pake pakaian ketutup pun ada aja yg rese. Itu maksud gue, mindsetnya beda. Sorry kalo baper, gue agak sensitif kalo masalah kaya gini. Perempuan dipojokin terus soalnya imbas dari patriarki. Thank you anyway

      • gilaroda2 November 17, 2014 at 3:36 PM

        Saya setuju, memang perempuan lebih banyak dipojokkan ttg masalah pakaian, apalagi jika terjadi pelecehan atau perkosaan, padahal penyebabnya bukan karena pakaian saja, tapi, karena sy muslim, sy punya pendapat pribadi, kalo perempuan muslim sebaiknya berpakaian secara syar’i, sesuai perintah dalam Alquran dan Hadist, insya Alloh akan dapat mencegah hal2 tersebut, walaupun tidak dapat dipungkiri, kadang masih saja ada pelecehan meskipun sudah berpakaian syar’i, & itu diluarpengetahuan kita, Wallohu a’lam, sebelumnya mohon maaf, bukan saya sok menggurui dan sok suci, apalagi menyinggung SARA, tapi perintah Tuhan, pastilah ada maksud dan tujuannya, demikian pula seperti yang terlihat pada contoh video ttg perbedaan efek, ketika berhijab dan tak berhijab ketika berjalan di jalan umum di NYC: http://www.youtube.com/watch?v=mgw6y3cH7tA
        demikian pendapat pribadi saya, makasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: