TRAVEL: Potongan Surga itu Bernama Lombok

Lombok, sebuah pulau yang terletak di kawasan Indonesia tengah tepatnya di Nusa Tenggara Barat. Lombok yang katanya memiliki keindahan pantai yang luar biasa namun belum seramai Bali, hal inilah yang membuat gue tertarik untuk menginjakkan kaki di sana. Gue sangat menyukai pantai dan gue pikir gue harus melihat sendiri seperti apa keindahan pantai-pantai di Lombok.

Pagi itu pesawat yang membawa gue dan keluarga dari Jakarta mendarat mulus di Bandara Internasional Lombok. Lombok pagi itu cukup terik, tetapi gak menyurutkan keinginan gue untuk menyusuri pantai-pantai yang sudah ada di list yang gue buat seminggu sebelum perjalanan ini. Gue memutuskan untuk menuju bagian Lombok Tengah dan menghabiskan satu hari ini di sana. Karena bareng keluarga, gue menyewa mobil untuk mengelilingi Lombok selama liburan gue ini. Pak Ketut, driver yang menemani perjalanan kami hari itu banyak bercerita tentang Lombok. Jalanan Lombok masih sepi dan gak ada macet. Perjalanan menuju Lombok Tengah juga cukup menyenangkan, kanan kiri jalan masih banyak persawahan. Hal yang sangat langka untuk gue temukan di Jakarta. Gue sangat bahagia.

Sebelum menikmati semilir angin dan birunya air laut, gue mampir dulu ke Desa Sade. Desa Sade ini adalah Desa Adat Suku Sasak. Di sini gue melihat bagaimana kehidupan Suku Sasak, suku asli masyarakat Lombok. Rumah adat suku Sasak ini cukup unik karena dipel menggunakan kotoran kerbau, meski begitu tidak berbau. Masyarakat Suku Sasak umumnya memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bertani, sedangkan para perempuan memenuhi kebutuhan dari menenun. Perempuan Sasak sudah diajarkan menenun sejak kecil dan gak boleh menikah sebelum bisa menenun karena itu akan menjadi mata pencahariaan mereka. Kain tenun Sasak sendiri memiliki beberapa corak dari berbagai warna dan sudah terkenal keindahannya sampai mancanegara.

IMG_8228

 

DCIM100GOPROGOPR1153.

IMG_8232

IMG_8235

Puas mempelajari hal baru yang menarik di Desa Sade, gue melanjutkan perjalanan ke tujuan utama. Gak sampai satu jam gue sudah berada di destinasi pertama, Pantai Kuta. Meski namanya sama dengan pantai yang ada di Bali, namun menurut gue Pantai Kuta Lombok jauh lebih bagus dari yang di Bali. Garis pantai cukup panjang, hamparan pasir putih, dan air biru jernih sangat menenangkan. Gue cukup terkesima begitu menginjakkan kaki di pantai ini. Pasir di pantai ini unik karena berukuran agak besar seperti merica. Di sepanjang pantai terdapat banyak penginapan mulai dari yang murah sampai hotel berbintang. Gue gak bisa berlama-lama di sini karena masih ada beberapa pantai yang harus gue sambangi.

Sekitar 7 KM dari Pantai Kuta, gue kembali harus terkesima. Tanjung Aan, si pelaku yang membuat gue tersihir. Rasanya gak cukup hanya menyebut pantai ini dengan kata ‘indah’. Gak sepanjang garis Pantai Kuta, namun diapit bukit-bukit membuat Pantai Tanjung Aan ini jauh lebih menarik. Airnya jernih berwarna biru muda yang makin ke tengah warnanya semakin biru. Angin yang berhembus cukup kencang membuat gue semakin ingin berlama-lama bersantai di sini. Di belakang bukit-bukit, terdapat pantai lain yang bernama Pantai Batu Payung. Dinamakan demikian karena terdapat batu besar yang berbentuk seperti payung yang belum terbuka.

 

DCIM100GOPROGOPR1170.

DCIM100GOPROGOPR1170.

Melangkah lebih jauh lagi, gue semakin jatuh cinta dengan pulau ini. Pantai Seger, destinasi yang Pak Ketut rekomendasikan ke gue selanjutnya. Destinasi ini gak pernah ada di list gue tapi gue gak pernah nyesel mengiyakan ajakn beliau untuk ke sini, karena di pantailah yang membuat gue gak berhenti mengucap syukur bisa melihat ciptaan Tuhan yang indah banget. Mungkin sekilas terlihat gak terlalu berbeda dengan Tanjung Aan, pantai berpasir putih yang dikelilingi bukit tapi gak selebar garis Pantai Tanjung Aan. Pak Ketut mengajak gue dan kedua adek gue untuk naik ke atas bukit di sebelah kanan pantai sementara kedua orangtua gue istirahat di bawah. Jalur yang dilalui gak terlalu tinggi tapi cukup terjal. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk mencapai puncak bukit. Gue benar-benar gak menyesal menanjak ke bukit ini. Pemandangan yang gue dapat sangat luar biasa. Sekali lagi, gue hanya bisa mengucap syukur bisa melihat langsung pemandangan luar biasa ini dengan mata gue sendiri.

IMG_8281

Track menuju puncak bukit

  

IMG_8304

Memiliki ombak yang cukup besar, pantai ini merupakan favoritnya para surfer. Selain favorit para surfer, Pantai Seger juga merupakan lokasi ritual tahunan Suku Sasak yaitu ritual Bau Nyale. Masyarakat setempat percaya bahwa “Nyale” adalah perwujudan reinkarnasi dari Putri Mandalika, putri dari salah satu raja yang pernah menguasai Lombok. Diceritakan bahwa Putri Mandalika adalah putri yang cantik dan banyak pangeran yang ingin meminangnya, karena bingung memilih pangeran mana dan tak ingin terjadi pertumpahan darah jadilah Putri Mandalika terjun ke laut namun jasadnya tidak pernah ditemukan. Masyarakat yang mencari jasad Putri Mandalika hanya menemukan cacing yang kemudian dinamakan “Nyale”. Sejak saat itu masyarakat Sasak melakukan ritual Bau Nyale yaitu ritual mencari cacing Nyale yang hanya ada di bulan Februari-Maret untuk mengenang Putri Mandalika. Menarik banget kan legenda dibalik keindahan pantai ini.


  
Pantai Mawun menjadi destinasi gue selanjutnya. Pantai yang berbentuk seperti tapal kuda ini sangat sangat menenangkan. Pantai ini gue klaim sebagai pantai favorit gue di antara pantai-pantai lainnya, meskipun gue juga suka sekali dengan Pantai Seger. Masih seperti dua pantai sebelumnya, pantai ini juga dikelilingi bukit-bukit. Airnya berwarna turquoise sangat memanjakan mata siapapun yang melihat. Gue memesan kelapa muda dan menikmati siang itu dengan mendengarkan debur ombak Pantai Mawun. Menyenangkan sekali.


Pantai terakhir yang menjadi tujuan gue hari itu adalah Pantai Selong Belanak yang terletak tidak jauh dari Pantai Mawun. Pantai Selong Belanak memiliki garis pantai yang cukup panjang dan gak terlalu landai seperti pantai-pantai lainnya. Pasirnya halus sekali. Ombak di Pantai Selong Belanak cukup besar sehingga cocok untuk kegiatan surfing. Di pinggir-pinggir pantai juga terdapat beberapa penyewaan papan surfing dan kursus surfing bagi pemula. Karena belum makan siang, gue memutuskan untuk makan di warung-warung yang ada di pinggir pantai. Gue memesan menu khas Lombok yang terkenal, Nasi Balap. Sore itu gue habiskan dengan menikmati pedasnya Nasi Balap ditemani semilir angin dan pemandangan yang luar biasa. Surga!

Kuliner wajib Lombok: Nasi Balap

Sebenarnya masih ada lagi tujuan gue hari itu, yaitu Pantai Mawi. Tapi kondisi nyokap gak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, akhirnya gue dengan berat hati harus meninggalkan Lombok Tengah dan kembali ke Senggigi, tempat gue menginap. Belum puas rasanya seharian menjelajah Lombok Tengah. Ini baru Lombok Tengah, belum lagi bagian-bagian lain di Lombok yang menurut gue gak kalah menariknya.

Sampai di Senggigi ternyata belum terlalu sore. Setelah check in dan istirahat sebentar, kami sekeluarga memutuskan untuk mengunjungi Pura Batu Bolong yang gak jauh dari tempat kami menginap. Tidak ada harga tiket resmi untuk masuk ke pura ini, pengunjung hanya diminta iuran seikhlasnya dan akan dipinjamkan kain yang harus dipakaidi pinggang selama berkunjung. Nuansa Bali sangat terasa di pura ini. Pura ini terletak di pinggir Pantai Senggigi dan sesuai namanya, Pura ini terletak persis di atas karang yang bolong jika dilihat dari pinggir pantai. Waktu gue ke sana, pas banget sunset. Jadi, sore itu gue dan keluarga menikmati sunset di Pura Batu Bolong.

IMG_8453

IMG_8456

IMG_8483IMG_8465 IMG_8458

Pulau ini benar-benar luar biasa, gak berlebihanlah rasanya jika menyebut pulau ini adalah potongan surga di bumi. Semoga gue bisa secepatnya kembali ke sini, pulau yang tidak bisa hanya disebut dengan kata ‘indah’, lebih dari itu, karena ternyata potongan surga yang jatuh ke bumi itu bernama Lombok.

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

11 thoughts on “TRAVEL: Potongan Surga itu Bernama Lombok

  1. winnymarch September 13, 2015 at 10:06 PM Reply

    cakep tet

    • Khairunnisa Siregar September 13, 2015 at 11:35 PM Reply

      Banget, Tet. Lombok ngangenin banget pengen ke sana lagi jadinya

      • winnymarch September 14, 2015 at 10:40 PM

        aku juga mw kalau cantik itu ayolah duo boreg harus kesana

  2. arul September 14, 2015 at 8:13 AM Reply

    Kak, kapan kesana? kok nggak ngabarin? aku asli Lombok lho. Siapa tau aku bisa jadi guide-nya kak😀 hehe.
    Kalo main-main ke Lombok lagi kabarin aja kak ya haha. (NB : Kalo lagi libur kuliah)

    Itu masih pantai di Lombok Tengah kak, belum lagi ke pantai di Lombok Timur, Barat, Utara, hehe.

    BTW rumahku nggak jauh-jauh amat kok dari Bandara Internasional Lombok. Kakak ke Praya? nah di sana rumahku😀

    *Lah, kok jadi exited gini ya hehe.

    • Khairunnisa Siregar September 14, 2015 at 3:02 PM Reply

      Bulan lalu ke sananya tapi udah kangen aja sama Lombok. Duh pengen banget ke Lombok lagi belom puas banget kemaren. Doakan aja secepetnya bisa balik ke sana. Ntar beneran guide-in ya hahaha

  3. Sashy Nuniek September 14, 2015 at 9:02 AM Reply

    nggak tahan liat lautnya yang cantik itu , jadi bener-bener pengen ke Lombok lagi

  4. Wangga Kharisnu October 7, 2015 at 7:41 PM Reply

    Doohhhh gue yang tetanggaan sama Lombok aja nggak tau ada tempat beginian. Gilaaa, keren-keren banget. Pantai Mawun dabessss, tenunnya oke oke. Boleh deh gue cobain ah pengin kesana.. Tapi gue nggak mau naik kapal laut, kapok😥

  5. […] ini adalah lajutan dari Lombok Trip gue yang ini. Sebenernya ini bener-bener late post karena sebenernya trip ini gue lakukan di Agustus 2015. […]

  6. […] habiskan di Lombok dan hari kedua kami habiskan di Gili Trawangan seperti yang gue ceritakan di sini dan sini, hari ketiga kami kembali ke Pelabuhan Bangsal Lombok dan dijemput kembali oleh Pak Anwar. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: