TRAVEL: Aceh-Sabang Trip Part 3

Minggu pagi itu kami bangun lebih pagi dari Minggu pagi biasanya. Jam 06:30 kami sudah check out dan Bang Muklis juga sudah menjemput kami. Agak mellow harus mengakhiri liburan ini dan meninggalkan Casanemo. Menginap di Casanemo ini berkesan banget dan gue pasti akan balik ke sini lagi. Jam 07:00 kami tiba di Pelabuhan Balohan dengan tiket kapal cepat Express Bahari yang telah dibeli kemarin lewat teman Bang Muklis. Setelah pamit dengan Bang Muklis dan mengucapkan terimakasih, kami menuju dermaga.

Karena ada yang jual Bakpia Sabang gue menyempatkan untuk beli buat di rumah dan kantor. Gak lama sebenernya, lalu kami langsung menuju dermaga kapal cepat yang terlihat dari jauh rame banget. Dan di sinilah drama lagi-lagi terjadi. Tiket kapal cepat yang tertera jam keberangkatan dan nomor bangku gak ada gunanya! Kenapa gue bilang gak ada gunanya? Karena untuk naik ke kapal cepat malah antri dan desak-desakan. Gue gak ngertilah kenapa bisa begini. Gue kecewa dan sempet marah-marah juga. Dua kali ketahan di gerbang menuju dermaga, gue sempat lolos tapi ketiga adek gue masih ketahan. Gue ngamuk-ngamuk dulu protes kenapa chaos gini tapi gak dapet jawaban malah cuma disuru tenang. Niatnya naik kapal cepat biar lebih nyaman dan cepat sampe Ulee Lheue malah sama aja kek naik kapal lambat yang makan waktu 2 jam perjalanan. Harusnya jam 08:00 kami udah naik kapal dan sampe di Ulee Lheue jam 08:45, tapi karena kejadian ini kami jadi baru bisa naik kapal jam 09:00.

Jam 10:00 kami sampe di Pelabuhan Ulee Lheue setelah melewati drama-drama gak penting itu. Kami langsung cari makan di sekitar pelabuhan dan pilihannya adalah Mie Aceh. Cuma di Aceh gue akhirnya mau makan mie haha. Enak juga ternyata. Hanya dengan Rp 8.000 gue bisa menikmati mie khas Kota Serambi Mekah ini.


Flight kami sebenarnya 15:40, kami memutuskan untuk keliling Aceh lagi karena masih kepengen ke Museum Kapal PLTD Apung 1, Masjid Baiturrahman, dan beli oleh-oleh untuk orang rumah. Gak lama setelah makan, taksi yang kami pesan dari abang penjual Mie Aceh datang. Perjalanan keliling Banda Aceh part 2 dimulai.
Berbeda dengan kedatangan kami di hari Jumat, Museum Kapal PLTD Apung 1 rame banget. Iyalah kalo hari Jumat sepi kan masih tutup haha. Kami hanya perlu memberikan iuran seikhlasnya untuk masuk ke museum ini. Museum Kapal PLTD Apung 1 ini salah satu saksi bisu dahsyatnya Tsunami Aceh. Kapal milik PLN seberat 2600 Ton yang tadinya terletak di Pelabuhan Ulee Lheue ini terseret sepanjang 5 KM ke tengah kota tepatnya di Blang Cut oleh gelombang Tsunami. Luar biasa. 



Terseretnya kapal ini juga tentu aja memakan korban jiwa dan menghancurkan rumah-rumah di sekitarnya. Puing-puing rumah tersebut sekarang juga termasuk ke dalam kawasan museum. Karena bingung gak tau bagaimana cara mengembalikan kapal ini ke laut, akhirnya pemerintah memutuskan untuk menjadikan kapal ini sebagai museum untuk mengenang kedahsyatan Tsunami  Aceh. Mesin-mesin kapan diambil kembali oleh PLN di tahun 2010, badan kapal diisi oleh-oleh informasi mengenai Tsunami secara umum dan reka ulang kapal ini bisa ke tengah kota saat Tsunami Aceh.


Dari Museum Kapal PLTD Apung 1, kami dibawa supir taksi kami ke Penayong. Di sini pusat oleh-oleh khas Aceh. Kita bisa membeli makanan, souvenir, dan tentu saja Kopi Aceh yang sudah terkenal di mana-mana. Gue sampe kalap beli kopi haha.

Jam 12:30 kami menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk Solat Zuhur. Akhirnya gue bisa menginjakkan kaki di masjid kebanggaan warga Aceh ini. Masjid ini juga salah satu masjid yang tetap tegak berdiri tidak tersapu gelombang tsunami. Subhanallah sih. Sayangnya waktu gue ke sini memang lagi ada renovasi, rencananya mau dibuat payung-payung seperti Masjid Nabawi.

EditJam 13:00, kami langsung menuju Bandara Sultan Iskandar Muda. Kami sempat mampir sebentar karena Niar mau mencoba Roti Cane. Jam 14:30 kami check in dan siap kembali ke Ibukota tercinta. Terimakasih Aceh atas kunjungan singkat yang menyenangkan. Terimakasih Sabang yang bener-bener santai banget. I really fell in love with the food, ambience, beaches, and also the city! See you again, Aceh and Sabang!

Tagged: , , , , , , , ,

6 thoughts on “TRAVEL: Aceh-Sabang Trip Part 3

  1. ferdiangga May 2, 2016 at 9:44 PM Reply

    Aku dari dulu mau kesana ka, enggak kesampean huhu
    Mungkin tahun depann aamiin

    Btw aku anak kk juga hehehe

    Ini blog aku ka hehe

    http://hambartanpacinta.blogspot.co.id/?m=1

    Main main aja ka ke blog kali cocok ehhe

    • Khairunnisa Siregar May 7, 2016 at 10:35 PM Reply

      Jangan bilang enggak, tapi belum. Pasti bisa ke sana kok kalo usaha.

  2. Bekicot May 4, 2016 at 6:25 PM Reply

    Fokus ke Jilbab Biru terus.

    Btw gak coba makanan Inisial G yg dilarang pemerintah itu Kak Ica,?

  3. Huzaifi May 4, 2016 at 8:51 PM Reply

    Just envy of every journey you attend
    Hahaha, marah2 dan ribut ama adek2 lu nya kaga ilang ternyata
    kebayang sih kek mana tuh suasana chaos hahahah
    Waktu gw ke sumatera sebenernya pengen ke sabang. Tapi waktunya gak cukup jadinya keliling sumut, danau toba dan samosir nya aja. Kampung lu butet haha
    Easy reading and very informative!!
    Nice share
    Hopefully i can step my foot there once ☺

    • Khairunnisa Siregar May 7, 2016 at 10:38 PM Reply

      Hahaha you know me so well lah ya, Jep! Better ke Sabang abis tugu 0 KM selesai renovasi jadi lebih kece. Amiiin semoga bisa segera ke sana ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: