TRAVEL: Derawan Trip Part 1

Pagi itu gue bangun lebih semangat dari biasa. Bukan pagi malah, dini hari, karena gue udah membuka mata ketika jarum jam masih di angka 3. Tumben banget kan gue bisa bangun lebih cepat dan dengan mudah. Jelaslah, mau ke Derawan. Hahaha. Gue bersiap-siap kemudian langsung menuju CGK yang jaraknya kurang lebih cuma 7 KM dari rumah, begitu sampai di Terminal 2 gue langsung ke check in counter dan mendapat surprise. Tiket gue yang SA ini gak bisa langsung check in, tetapi harus tunggu sampai jam 04:30 dan di check in counter waiting list.

Gak berapa lama Maya datang dan langsung cetak boarding pass. Nunggu sampe ngantuk, akhirnya gue bisa check in dan langsung boarding karena memang waktu sudah mepet. Karena wakut mepet, koper gue gak bisa masuk bagasi akhirnya gue bawa-bawa deh ke cabin. Gue pikir dramanya abis ternyata boarding pass dari BPN-BEJ belum bisa dicetak sampe gue tiba di BPN nanti, lagi-lagi karena SA. Karena gue memang anaknya seneng hal-hal yang challenging (boong aja, padahal mah ketar-ketir juga), gue terima juga deh keputusan buat cetak boarding pass di BPN.

Jam 05:00, pesawat take-off dan sudah dapat dipastikan gue tertidur. Sekitar 08:20, pesawat akhirnya landing di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Excited lah gue, pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Borneo. Karena gue belum megang boarding pass BEJ, gue lari-larian bawa koper deh ke bagian transit meninggalkan Maya begitu saja. Udah cukup drama, kan. Jam 08:40 pesawat dijadwalkan take off menuju Berau, dan gue berhasil dapet boarding pass di 08:36 dan secara tidak disangka-sangka mendapat bangku di Business Class. Seru kan perjalanan gue? Deg-degan iya.


Jam 08:40 pesawat take off tetapi kali ini gue gak bisa tidur, sepertinya gue terlalu excited. Tepat jam 10:00, pesawat landing dan tibalah kami di Berau. Setelah urusan bagasi Maya selesai, kami bertemu teman-teman peserta #MeetandTrip05 yang lain. Begitu kami keluar dari bandara kami langsung disambut oleh Bang Harry Gunawan aka Bang Apoy, owner dari Derawan Fisheries yang menjadi sponsor dari acara ini, beserta Mas Daniel, Angga, dan Mas Ringga. Setelah berkenalan dengan teman-teman lain yang sudah tiba sehari sebelumnya, kami masuk ke bus yang disediakan Kabupaten Berau untuk mengantar kami ke rumah Bapak Bupati. Sejujurnya gue agak bingung kenapa kami diantar ke sini karena dari itinerary yang diberikan Bang Apoy tidak ada agenda ke rumah Bupati. Belakangan gue ketahui, agenda kami ke rumah Bupati Berau adalah untuk makan siang bersama Bapak Muharram, Bupati Berau. Pak Muharram berterimakasih atas kedatangan kami dalam acara ini yang bertujuan mempromosikan Derawan.


Setelah makan siang bersama Bapak Muharram, kami melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Batu. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 3 jam dengan kondisi jalan rusak, gue sih sejujurunya gak berasa karena gue seperti biasa langsung tertidur hahaha. Bus sempat berhenti karena sebagian dari kami ingin ke toilet, gue kebangun dan ternyata jalanannya sepi banget. Kanan-kiri jalan cuma ada pepohonan. Setelah menempuh perjalanan yang berbatu, kami tiba di Pelabuhan Tanjung Batu. Kami segera naik boat yang dikendarai oleh Bang Apoy sendiri. Gak pake lama, cukup 30 menit kami akhirnya tiba di destinasi sesungguhnya: Derawan!

Gue yang terlalu excited langsung turun dari boat dengan petakilan macem cacing kepanasan. Maya yang terpesona banget langsung meracau dengan aktifnya, tapi tetep harus selfie.

SAMSUNG CAMERA PICTURES


Kemudian kami diarahkan ke Derawan Fisheries dan empat orang anak perempuan berbaju adat berwarna biru menyambut kami dengan Tarian Daling dan Sing-Sing. Kedua tarian ini adalah tarian tradisional Suku Bajau, suku asli Pulau Derawan. Gak Cuma menyambut, anak-anak ini mengalungkan gue dan Maya dengan selendang dan mengajak menari bersama. Peserta lain akhirnya ikutan menari bersama anak-anak itu. Seru!


Tarian selesai, kami langsung menghambur ke Sunset Point untuk mengabadikan sunset pertama kami di pulau itu. Sayang sih agak berawan, tapi tetap aja cantik. Menjelang malam, kami masuk ke kamar yang sudah disediakan Bang Apoy. Gue sekamar dengan Maya, Tante Devi, dan Cici Agnes. TanDev dan Ci Agnes langsung menggelar hammock dan langsung menjadi idola karena semuanya rebutan naik ke hammock.


Sekitar jam 19:00, makan malam siap. Gue yang selalu mandi terakhir di manapun itu, langsung menuju ruang makan. Di meja sudah tersaji bermacam-macam seafood seperti ikan, cumi, dan highlight malam itu adalah lobster yang gede banget. Gue sampe bingung makannya. Setelah makan, kami masih disuguhi Tehe-tehe. Tehe-tehe adalah hidangan khas Pulau Derawan yang berupa ketan yang dibungkus dengan cangkang bulu babi. Unik banget, kan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Tehe-tehe. Taken by Maya

Selesai makan, kami dipersilakan untuk beristirahat karena padatnya itinerary besok. Sebagian ada yang langsung tidur, sebagian masih ngobrol di teras kamar dengan teman-teman baru. Capek haha hihi sama Maya, Ci Agnes, Darius, dan Om Wow, akhirnya gue kembali kamar. Perjalanan ke sini memang cukup panjang dan melelahkan tapi tetep aja excitement itu gak berkurang sama sekali. Gimana besok? See you on next post!

 

 

Tagged: , , , , , , , ,

7 thoughts on “TRAVEL: Derawan Trip Part 1

  1. dyahayupamela June 9, 2016 at 9:10 PM Reply

    Itu cepolan handuk masih bgt ya hrs dipake buat foto sama lobster .. Kwkwkw

  2. Dita June 10, 2016 at 9:50 AM Reply

    penasaran sama tehe-tehe nya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: