TRAVEL: Derawan Trip Part 2

Pagi itu gue bangun sendiri tanpa bantuan siapapun karena gue kedinginan. Gue memang gak kuat dingin, jadilah pagi itu gue bangun dan langsung keluar kamar. Begitu gue keluar kamar, Kak Vira yang udah siap-siap mencari sunrise mengajak gue. Daripada bengong, akhirnya gue mengiyakan ajakan Kak Vira. Kami berjalan ke arah sunrise point dan kurang dari 10 menit kami sampai. Di sana ternyata ada Om Wow yang udah terlebih dulu nunggu sunrise. Sayang banget, pagi itu kami kurang beruntung karena langit berawan jadilah kami gak dapet sunrise.


Gak lama kemudian kami kembali ke Derawan Fisheries. Ketika sampe di Derawan Fisheries gue nyari Maya karena hari itu dese ulangtahun. Setelah gue cari di kamar gak ada, ternyata dese lagi foto-foto di sunset point. Setelah gue mengucapkan selamat ulangtahun kami sarapan dan Maya akhirnya tiup lilin pake donat yang disiapin teman-teman lain. Lucky her because she can celebrate her birthday in Derawan. 

Taken by Kak Vira


Sekitar jam 8, kami semua bersiap-siap karena hari ini kami akan mulai mengeksplor Derawan dan sekitarnya. Setelah semua siap, kami berangkat ke destinasi pertama yaitu Maratua Paradise Resort. Perjalanan gak terlalu lama sekitar Matahari menyambut kami dengan penuh semangat sampe hp gue overheat. Walaupun panas tetap aja gue excited. Bagus banget! Ini Maldives apa Kalimantan, sih? 


Bang Apoy, owner Derawan Fisheries


Warna resort yang merah marun kontras banget sama air yang turqoise. Sayang aja resort ini bukan punya warga lokal, tetapi punya orang Malaysia. Airnya tempting banget buat nyebur tapi gue males ganti baju lagi hahaha agak nyesel sih gak ikutan nyebur.


Kami gak terlalu lama di sini, Cuma foto-foto dan lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu Goa Haji Mangku. Goa Haji Mangku ini sebenernya masih terletak di Maratua, tetapi akses kalo jalan kaki susah dan jauh, bisa sekitar 7 jam maka akhirnya kami muterin pulau lewat laut untuk mencapai goa ini. Dari dermaga gak terlalu jauh, cukup jalan sekitar 5 menit sampailah kita di goa yang sebenernya lebih mirip danau karena goa ini berair dan kedalamannya sampai 30 Meter. Airnya biru tua tapi jernih banget, dari atas aja kita bisa liat bawah permukaan airnya seperti apa.

Beberapa temen-temen udah mulai melompat dari pinggir goa, gue yang gak mau kalah ikutan mau melompat tapi tiba-tiba nyali gue ciut. Gak tau kenapa perasaan jadi tinggi banget waktu mau lompat. Akhirnya sampe orang terakhir yang lompat tapi gak jadi sampe akhirnya Maya yang mau videoin gue kesel dan ninggalin gue turun ke bawah lewat belakang goa hahahaha. Gue pun mengikuti jejak Maya buat turun lewat belakang goa. Agak susah nurunin jalan menuju belakang goa tapi begitu liat airnya yang lebih biru dari yang gue liat sebelumnya di bagian depan ya jadi makin excitedlah. Langsung aja gue nyebur walaupun airnya dingin. Di goa bagian depan temen-temen lain lagi foto-foto dan beberapa coba untuk freedive. Seperti yang gue duga, bagian bawahnya menyempit dan terlihat seperti palung.

Setelah puas foto-foto, kami naik dan kembali ke kapal yang akan membawa kami ke Pulau Kakaban. Sampe di Kakaban kami gak langsung eksplor isi pulau tersebut, tetapi kami makan siang dulu. Siang itu cukup istimewa ya karena kami makan di pinggir pantai ditemani debut ombak dan semilir angin laut. Jarang-jarang kan bisa begini. 

Ada apa di Kakaban? Di Kakaban ada satu danau air tawar yang luasnya sekitar 5 KM dan yang bikin danau ini istimewa adalah danau ini berisi stingless jellyfish. Gak usah takut disengat karena seperti namanya, jellyfish ini tidak menyengat sama sekali. Kenapa jellyfish di sini tidak menyengat? Ternyata ada ceritanya, jadi ceritanya jellyfish di sini dulunya berasal dari laut tetapi terperangkap di danau dan akhirnya berevolusi dan kehilangan kemampuan menyengatnya. Jellyfish macem ini cuma ada dua di dunia, loh. Bangga kan di Indonesia salah satunya. Kalau mau berenang bersama jellyfish di sini, kalian jangan menggunakan sunblock dan fin karena bisa membahayakan mereka. Danaunya sendiri terletak di tengah pulau dan perlu sekitar 10 menit berjalan kaki untuk mencapai danau tersebut. Karena ini pertama kalinya berenang sama jellyfish, gue langsung turun begitu sampe danau. Awal-awal jellyfishnya cuma terlihat satu-satu, tetapi makin lama mereka malah yang makin ngerubung. Gemes deh!

Taken by Darius

Taken by Darius

Taken by Mbak Hany

Taken by Mas Ringga


Puas berenang bareng jellyfish, kami segera naik dan hampir sebagian besar dari kami snorkeling di depan Pulau Kakaban. Gue gak ikut karena capek hahahaha culun. Niatnya mau istirahat sebentar di kapal, tapi waktu gue mau turun ternyata yang lain udah mau naik. Gak jadi, deh.

Destinasi kami selanjutnya adalah Pulau Sangalaki. Di pulau ini terdapat konservasi penyu. Kami melihat tukik-tukik yang dalam masa penangkaran sebelum akhirnya dilepas kembali ke laut. Di sekitar pulau ini juga merupakan diving point yang menjadi tujuan diver-diver baik domestik maupun internasional.


Kami gak terlalu lama di pulau ini karena sudah mulai sore dan gerimis. Ada satu hal yang cukup berkesan waktu gue mau balik ke kapal, gue liat pelangi lagi dan lebih jelas dibanding pelangi yang gue liat minggu lalunya di langit Raja Ampat. Kan jadi seneng hahaha.

Taken by Detha



Perjalanan pulang kami cukup membuat gue mual. Gerimis yang berubah menjadi hujan membuat ombak cukup tinggi dan akhirnya kapal terombang-ambing. Setelah hujan berhenti, kami kembali disuguhkan sunset tetapi jauh lebih bagus dari sunset hari pertama kami kemarin. Sayang gue gak sempet foto-foto padahal warnanya jingga banget.

Sampai kembali di Derawan, kami semua berpencar ke kamar masing-masing. Ada yang langsung bersih-bersih, ada yang masih mengobrol dengan teman kamar sebelahnya, dan ada juga yang langsung mencari mie instan. Sekitar jam 7, makan malam siap kami semua makan dan kembali dengan aktifitas masing-masing. Gue yang malam itu gak bisa tidur cepet akhirnya ngikut Maya dan Mas Dee foto-foto milkyway. Setelah akhirnya capek, kami kembali ke kamar karena besok masih ada agenda lain yang gak kalah seru.

До свидания!

Tagged: , , , , , , , , , , ,

6 thoughts on “TRAVEL: Derawan Trip Part 2

  1. aqied July 2, 2016 at 2:21 PM Reply

    Itu kayanya sunset paling kece, tapi ya sama. Batre kamera ud habis. Gak sempet moto

  2. Einid Shandy July 3, 2016 at 3:29 PM Reply

    Eh. Keren.
    Apalagi jellyfish-nya imut gitu dan ngga nyengat.
    Aku juga suka sama hasil foto2nya. Keren. Keren.
    Wah, ngga boleh pake sunblock ya? Membahayakannya bagaimana Kak?

    • Khairunnisa Siregar July 3, 2016 at 3:34 PM Reply

      Iya, kalo pake sunblock nanti air danaunya bisa tercemar dan membahayakan jellyfishnya. Pake fin juga gak boleh karena kalo kena fin bisa ngerobek badan jellyfish. Kan kesian.

  3. Nomadic Stefan July 10, 2016 at 2:09 PM Reply

    Keren…..

  4. penulismalas August 4, 2016 at 1:01 PM Reply

    cantik-cantik fotonyaaa mbaaa, trus airnyaa jugaa jernih bangettt.. dan ubur-uburnyaaa, lucuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: