TRAVEL: Via Ferrata Gunung Parang

Hampir setahun, akhirnya gue baru menulis post tentang Via Ferrata Gunung Parang ini. Gue tau aktivitas ini dari Ci Agnes, teman trip gue waktu ke Derawan tahun lalu. Via Ferrata yang berasal dari Bahasa Italia yang memiliki arti "jalur besi" adalah cara pendakian dengan meniti tangga baja yang ditanam di sepanjang tebing. Sekilas memang mirip dengan Rock Climbing, tetapi beda karena sudah ada tangga bajanya. Lebih gampang dong ya udah ada jalurnya? Siapa bilang! Hahahaha.

Jadi, Gunung Parang yang terletak di Purwakarta ini masih menjadi satu-satunya lokasi Via Ferrata di Indonesia. Via Ferrata ini sudah sangat populer di Eropa. Karena terlihat tidak terlalu susah, gue jadi tertarik untuk mencoba. Gue sendiri menggunakan Skywalker sebagai travel operator Via Ferrata ini. Ketinggian yang akan kita tempuh juga bisa dipilih: 150 M dan 300 M. Ketinggian 150 M normalnya ditempuh dalam 2 jam dan bisa langsung turun dengan teknik rappeling di hari yang sama. Karena gue sotoy dan sok-sok mau menchallenge diri sendiri, akhirnya gue memutuskan untuk memilih ketinggian 300 M dan camping semalam di atas Gunung Parang.


Sabtu jam 07:00 gue sudah sampai di Plaza Semanggi yang menjadi meeting point. Sudah ada tim dari Skywalker dan minibus yang akan mengantar gue dan rombongan ke Purwakarta. Sekitar jam 11:00, kami sampai di kaki Gunung Parang. Makan siang sudah disediakan pihak Skywalker. Setelah makan siang, kami bersiap-siap memanjat.

Sebelumnya, Sky dari Skywalker memberi briefing mengenai Via Ferrata dan cara memanjat yang benar. Gak perlu takut, Via Ferrata ini aman. Buat orang seperti gue yang ceroboh yang jalan di jalanan rata aja bisa kesandung pun aman. Beneran. Standar keamanan yang diterapkan Skywalker sama seperti yang ditetapkan Via Ferrata Eropa. Pijakan baja kokoh, kawat baja sebagai tumpuan juga kokoh, dan peralatan mendaki seperti helm, harness, lanyard, dan carabiner juga lengkap. Aman pokoknya! Gue sempet nanya, pernah ada yang jatuh gak? Tim Skywalker bilang belum ada yang pernah jatuh karena Via Ferrata jadi terbukti aman, kan. Via Ferrata juga bisa dilakukan oleh anak kecil mulai umur 10 tahun. Oia, kalo hujan tidak ada pendakian ya karena jalur Via Ferrata sendiri kan dari baja takut tersambar petir. Jadi, pastikan cuaca cerah ya kalo mau coba Via Ferrata.

Setelah briefing dan berdoa, kami satu persatu naik. Bener ya kata orang, memulai itu paling susah. Gue sejujurnya gak takut but manjat-manjat, tapi hari itu kok tali tumpuan buat pertama kali manjat susah banget dijangkaunya. Gue sampe hampir nyerah hahahaha culun banget asli. Ada kali 5 menit buat manjat pertama kali gak bisa-bisa. Sepertinya gue susah but ngangkat badan sendiri hahaha. Akhirnya setelah 5 menit berusaha, gue bisa juga naik. Satu persatu tangga baja gue pijak dan gue mulai meninggalkan permukaan tanah. Dua puluh meter pertama keknya paling susah dan ketika gue liat ke bawah ternyata masih belom tinggi ya hahaha.

Selanjutnya, setelah udah bisa beradaptasi langsung tengil naik cepat-cepat. Jalur pendakian gak cuma vertikal, tetapi ada juga yang horizontal. Ketika tiba di jalur horizontal gue liat ke belakang ternyata ada yang cakep hahaha. Pemandangan Waduk Jatiluhur cukup membuat gue kedistract. Gue pun semakin semangat untuk memanjat ke atas biar Waduk Jatiluhurnya makin keliatan.

Di ketinggian 150 Meter, Saw (tim dari Skywalker yang menemani pendakian hari itu) memberikan waktu untuk minum dan istirahat. Di ketinggian 150 M ini rombongan yang mengambil paket one day trip sudah bisa turun lagi. Setelah merasa cukup istirahat, gue dan rombongan melanjutkan perjalanan lagi karena ini baru setengah dan kami gak mau sampe ke atas ketika hari sudah gelap.


Sekitar jam 16:30 gue sampai di atas ketinggian 300 M. Gue mesti melewati semak belukar dulu untuk mencapai tempat tenda didirikan. Pas banget ketika kami sampai hujan turun deras. Untung tenda udah berdiri jadilah kami bisa langsung berteduh. Sore itu gak banyak aktifitas yang bisa kami lakukan. Sambil menunggu makan malam siap, kami mengobrol.

Malamnya, hujan reda. Kami bisa mengobrol di depan tenda sembari menikmati pemandangan Waduk Jatiluhur di malam hari. Sekitar pukul 22:00 kami istirahat karena besok pagi kami akan turun.

Sekitar pukul 07:00, Ajo (guide lokal dari Skywalker) membangunkan gue. Gue keluar tenda dan makanan sudah siap. Saw sama Ajo top deh haha. Pagi itu gue sarapan dengan view Waduk Jatiluhur.

Setelah makan, kami siap-siap turun. Menurut gue pribadi, turun jauh lebih susah dari naik. Turunnya itu ngeri banget. Jadi kita mesti turun tangga tapi bawahnya langsung tebing dan cuma bertumpu sama satu tali. Merinding deh haha. Ajo yang bantu gue untuk turun tangga pertama. Ajo ini keknya turunan Spiderman. Turunin tangga Via Ferrata cepet banget banget.

Di ketinggian 75 M, kami akhirnya turun dengan teknik rappeling. Teknik rappeling ini menggunakan tali jadi kita bergantung pada tali dan tolakan dari kaki. Kalo kata Saw, jangan jadi bangke diem doang tapi harus bergerak. Jadi, selama turun walaupun dengan tali kita harus menggunakan kaki sebagai tolakan selain untuk mempercepat proses penurunan, tolakan kaki ini juga bisa mencegah badan kita kepentok sisi tebing. Waktu itu gue agak oleng jadilah gue kepentok-pentok tebing. Hasilnya? Lutut gue bonyok-bonyok. Dapet oleh-oleh lagi deh jalan-jalan kali ini.

Setelah rappeling sekitar 20 menit, gue sampe bawah lagi. Dua puluh menit rappeling tadi termasuk dua puluh menit paling menegangkan dalam hidup gue hahaha bodo amat lebay. Setelah sampe bawah lagi, gue mandi dan makan siang. Lalu, gue dan rombongan kembali ke Jakarta. Akhirnya satu lagi dari bucketlist gue kecoret. Kalo ditanya, mau lagi gak Via Ferrata? Gue sih bakal jawab mau dong!

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , ,

6 thoughts on “TRAVEL: Via Ferrata Gunung Parang

  1. Diansaurs July 29, 2017 at 12:27 PM Reply

    Waduh rada serem juga kalo ngeliat bisa dapet oleh-oleh dari tebing kayak gitu. Gua udah ngira kalo itu insiden, ga tau nya bener aja. Tapi kok rada mirip coklat ya, lu yakin ga main coklat? haha

    Apa kabar nya gua yang blm pernah nyoba-nyoba yang kayak gini ya?

    Mampir juga yuk! diansaurs.blogspot.com

    • Khairunnisa Siregar July 29, 2017 at 2:59 PM Reply

      Gue juga baru sekali kok tapi aman sih. Gue aja yg lasak jadi bonyok gini. Coba dulu aja yg 150 Meter.

  2. Dita August 1, 2017 at 9:00 PM Reply

    ihh dulu belom ada deh paket camping di atas, jadi pengen nyobain lagi 😀

    • Khairunnisa Siregar August 2, 2017 at 11:02 AM Reply

      Cobain Dit cobain! Aku jg pengen via ferrata lagi tapi yg 150 meter aja. Gantian ya kita hahaha

  3. rumilagi October 17, 2017 at 12:27 PM Reply

    Btw harga paket.a berapa mba ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: