Menginjakkan Kaki di Tanah Sulawesi, #JadiBisa dengan Traveloka

Libur lebaran lalu, gue berencana ke Misool. Karena dapat kabar kalo di sana cuaca buruk, akhirnya batal deh rencananya. Gak mau liburan di rumah aja, gue mencari-cari opsi lain untuk liburan. Akhirnya, Labengki dan Sombori jadi tujuan destinasi libur lebaran gue. Di mana sih letak Labengki-Sombori? Labengki dan Sombori terletak di Sulawesi Tenggara. Ini adalah kali pertama gue menginjakkan kaki di tanah Sulawesi. Gue sangat excited!

Gue memilih paket open trip karena lagi gak mau ribet atur itin dan booking sana-sini sendiri, ternyata paket open trip yang gue dapat lumayan murah juga, dan tentu aja kalo ikut open trip bakal dapet teman-teman perjalanan baru. Paket open trip gue start dari Kendari dan gue mengambil paket 4 hari 3 malam. Seperti open trip pada umumnya, harga paket di luar akomodasi penerbangan.

Setelah membaca itin yang diberikan tour leader, gue memutuskan untuk extend sehari setelah trip. Pertimbangan gue waktu itu adalah hari terakhir trip selesai jam 17:00, gue agak takut kalo nantinya ada case ngaret-ngaret dan mesti ada drama keburu-buru ke bandara atau worst casenya ketinggalan pesawat. Ditambah gue mau istirahat dulu setelah snorkeling, hopping island, dan explore Labengki-Sombori yang dari Kendari sendiri sekitar 4 jam perjalanan laut. Kebayang kan capeknya kek apa kalo langsung pulang hari itu juga?

Hari pertama gue tiba dengan selamat di Bandara Haluoleo Kendari jam 09:55. Gue dijemput oleh tour leader dan bergabung dengan teman-teman serombongan. Total rombongan ada 15 orang dan dibagi dalam dua mobil. Setelah urusan bagasi selesai, kami langsung diantar check in ke hotel dan makan siang. Makan siang selesai, kami menuju destinasi pertama: Air Terjun Moramo.

Air Terjun Moramo ini terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, Sumber Sari. Memakan sekitar dua jam untuk mencapai air terjun ini. Jalanan yang dilaluipun tidak terlalu bagus. Sampai di kawasan Hutan Suaka Alam Peropa kami masih harus masuk ke hutan dan naik turun tangga serta melewati sungai karena letak air terjun ini di tengah hutan. Jalanan hutan licin, jadi pastikan gunakan alas kaki yang nyaman. Setelah berjalan sekitar 20 menit, akhirnya kami sampai di Air Terjun Moramo.

Bentuk air terjun ini berundak-undak, dan kami terus jalan ke atas untuk melihat sisi lain dari air terjun ini. Jangan terlalu sore jika mau ke sini, karena kondisi hutan yang mulai gelap akan menyulitkan mobilitas.

Kami kembali ke hotel setelah sebelumnya mampir makan malam. Esok paginya kami dijemput lagi oleh tour leader karena hari kami akan menyebrang menuju Pulau Labengki! Kami menyebrang dengan perahu kayu selama kurang lebih 4 jam perjalanan. Sampai di Pulau Labengki Kecil kami makan siang dan berinteraksi dengan warga sekitar. Anak-anak Pulau Labengki Kecil excited dengan kedatangan kami. Meski mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, mereka sangat ramah dan berusaha berinteraksi dengan kami. Bahkan, salah satu anak ada yang mengajak kami berkunjung ke rumahnya!

Setelah makan siang, kami bersiap-siap snorkeling di pulau sebrang, Pulau Labengki Besar. Hamparan pasir putih dan air biru tenang membuat siapa saja tergoda untuk segera menikmatinya. Gak lama turun kapal, ada pemandangan yang cukup menarik buat gue. Ada batu hitam yang sangat besar di sisi kanan pantai. Menarik banget untuk dipanjat. Gue dan beberapa orang rombongan kami menuju batu tersebut dan naik ke atas batu tersebut. Pilihan yang tepat! Walaupun mesti sangat hati-hati karena batu ini tajam, pemandangan dari atas sini sangat indah.

Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan dari atas batu, kami turun dan snorkeling. Panasnya matahari Sulawesi tidak menyurutkan niat kami. Kami bahkan snorkeling sampe sore.

Kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sombori, karena di sanalah tempat kami menginap. Jangan berharap terlalu tinggi, karena di Pulau Sombori belum ada fasilitas penginapan yang memadai. Kami menginap di balai desa. Ada kamar mandi umum dan jika ingin menggunakan air tawar, kami harus membeli Rp 10.000/jerigen. Malam itu gue tidur cukup nyenyak meski dalam keadaan terbatas, mungkin karena capek seharian beraktifitas.

Paginya, kami siap-siap karena akan mengunjungi Rumah Nenek. Dinamakan Rumah Nenek karena di balik bukit-bukit itu tinggal seorang nenek di atas rumah panggungnya. Pemandangan di Rumah Nenek bagus banget! Pantes aja sekarang akhirnya jadi salah satu objek wisata kalo ke Labengki-Sombori.

Hari itu, nenek menyambut kami dengan sangat ramah meski kondisinya sedang kurang fit. Nenek bahkan membuatkan kopi untuk kami semua dan tidak lupa juga Nenek menyajikan kue-kue Lebaran miliknya. Setelah mengobrol sebentar dengan Nenek, kami pamit karena kami akan ke destinasi selanjutnya.

Destinasi selanjutnya adalah Goa Allo yang letaknya di balik Pulau Labengki Kecil. Goa Allo sering juga disebut Goa Kolam Renang karena bentuk goa yang memang seperti kolam. Kondisi goa gelap sekali. Sejujurnya gue agak takut, tetapi gue penasaran untuk berenang di sana. Airnya dingin dan banyak kelelawar beterbangan. Kami gak lama di sana dan melanjutkan perjalanan ke Goa Berlian.

Dari Goa Berlian, kami kembali ke Rumah Nenek. Gak benar-benar ke Rumah Nenek, sih. Kami ke laguna dekat Rumah Nenek. Lagunanya bagus banget. Airnya biru kehijauan dan dikelilingi oleh bukit-bukit dengan hutan yang lebat. Betah banget berlama-lama berenang di sini.

Sorenya, kami ke Pantai Koko. Pantai Koko ini cukup unik karena di tengah terdapat gundukan pasir yang dilalui dua arus yang berbeda. Agak susah dijelaskan, sih. Di sini kami bermain air sampai capek. Lalu kami kembali ke Pulau Sombori.

Keesokan harinya, kami bersiap-siap pulang ke Kendari. Sebelum pulang, kami ke Sombori Hills. Sombori Hills saat ini disebut sebagai Raja Ampat mini karena terdiri dari kumpulan karang yang jika dilihat dari atas seperti Pianemo yang di Raja Ampat. Menurut gue, naik ke Sombori Hills jauh lebih susah dibanding naik Pianemo karena tidak ada dermaga. Jadi, begitu turun kapal kita harus langsung memanjat batuan karst tersebut.

Selain itu, di Sombori Hills tidak ada tangga seperti di Pianemo. Seperti di Wayaglah, harus memanjat ala ala rock climbing. Pastikan memakai sarung tangan dan sepatu yang nyaman, ya. Karena batuannya tajam. Perhatikan juga pijakan saat memanjat, karena batuan di sana mudah longsor.

Sekitar 20 menit, gue sampai di atas Sombori Hills. Gak salah sih kalo Sombori Hills dibilang mirip Pianemo karena pemandangannya memang mirip. Hati-hati jika ingin berfoto karena tidak ada pengaman apapun.

Destinasi kami yang terakhir sebelum benar-benar kembali ke Kendari adalah Teluk Cinta. Dinamakan Teluk Cinta karena jika dilihat dari atas teluk berbentuk hati yang melambangkan cinta. Kami tidak berlama-lama di sana, karena turun hujan.

Setelah makan siang, kami kembali ke Kendari. Perjalanan pulang ke Kendari jauh berbeda dengan perjalanan berangkat. Kami menghadapi cuaca yang kurang baik, ditambah gelombang dengan ketinggian 3-4 meter yang harus kami lalui. Kami benar-benar berada di laut lepas terombang-ambing tanpa terlihat daratan sama sekali. Suasana kapal cukup mencekam buat gue. Seisi kapal berdoa agar kami bisa sampai Kendari dengan selamat. Lama kelamaan satu persatu mulai mabuk laut dan air laut membasahi kami semua. Gue langsung menenggak obat anti mabuk dan terlelap. Setelah diterpa gelombang tinggi, akhirnya kami sampai lagi di Kendari dengan selamat walaupun kami sampai dengan kondisi basah kuyup dari ujung kepala sampai kaki.

Perjalanan dengan open trip selesai dan kami berpisah. Sebagian dari kami ada yang langsung ke bandara untuk mengejar flight pulang. Seperti yang gue ceritakan di atas, gue memilih untuk extend semalam dan menurut gue pilihan gue tepat melihat kondisi gue saat ini basah dan capek banget. Gue diantar menuju hotel dan beristirahat sebelum besoknya pulang ke Jakarta.

Waktu gue mantap dengan pilihan extend, gue pun segera mencari flight dan hotel untuk stay selama semalam sebelum kepulangan gue ke Jakarta. Gak pake mikir, gue segera buka apps Traveloka di handphone dan memilih menu Flight + Hotel. Kenapa gue pilih paketan gini? Yang pertama, jelas lebih murah dibanding Book flight dan hotel secara terpisah. Kedua, praktis gak perlu repot mesti book hotel dan flight secara terpisah lagi dan yang ketiga, harga paket Flight + Hotel dan pilihan maskapai serta hotelnya sangat beragam, tinggal pilih sesuai budget aja.

Caranyapun gampang dan simple banget. Pertama, buka Apps Traveloka di handphone, pilih Flight + Hotel, dan masukkan tanggal keberangkatan serta kepulangan.

Setelah tanggal flight sudah dipilih, lanjut ke tanggal yang dipilih untuk menginap. Gak mesti saat kalian tiba loh, tanggal dan berapa malam menginap bisa diatur. Contoh kek gue aja nih tinggal pilih aja tanggal menginap dan berapa malam.

Selanjutnya, Traveloka akan mencarikan paket Flight + Hotel buat kita sesuai dengan tanggal pilihan. Berbagai jenis paket bisa dipilih, tinggal sesuaikan dengan budget masing-masing. Gue memilih untuk menginap di Horison Kendari. Setelah pilihan oke, muncul booking summary seperti ini.

Oh iya, kita juga bisa customize paket loh. Seperti gue, karena gue harus sampai di Kendari pagi jadi gue akhirnya ganti flight. Tinggal pilih menu Change Flight aja dan akan muncul pilihan jam dari berbagai maskapai. Akan ada penyesuaian biaya untuk menu ini. Untuk hotel juga bisa diganti hotel maupun jenis kamarnya dan sama seperti flight, akan ada penyesuaian biaya.

Jika semuanya sudah oke dan tidak ada perubahan lagi, tinggal book deh. Setelah mengisi data, lanjut ke pembayaran. Pembayarannya sendiri sangat mudah dan pilihannya banyak, mulai dari credit card, transfer via ATM, internet banking, bahkan lewat Alfamart dan Indomaret. Pilih sesuai keinginan aja deh.

Urusan pembayaran selesai, gak berapa lama ada email e-ticket dan hotel voucher. Gampang dan gak ribet kan? Sekali klik, urusan flight dan hotel langsung beres. Dan yang jelas, memilih paket flight dan hotel seperti ini lebih hemat. Lumayan kan uangnya bisa ditabung untuk budget trip selanjutnya.

Liburan hemat di Sulawesi, #JadiBisa dengan Traveloka? Bisa banget!

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

23 thoughts on “Menginjakkan Kaki di Tanah Sulawesi, #JadiBisa dengan Traveloka

  1. Rohandi JS October 30, 2017 at 11:29 AM Reply

    Kerenn bangett, omaygatt 😍😍

  2. @AriefPokto October 31, 2017 at 6:14 AM Reply

    Labengki dan Sombori ini destinasi wisata yg lagi naik daun yaa ! Traveloka emang andalan kita semua. Simple , efisien dan mudah digunakan

    • Khairunnisa Siregar October 31, 2017 at 8:13 AM Reply

      Iya mas mesti ke sini sih sebelum rame haha. Bener Traveloka memudahkan banget sih gak perlu repot jadinya.

  3. Deddy Huang October 31, 2017 at 6:21 AM Reply

    huaa aku belum ke sana mbak 😦

  4. Dee Rahma October 31, 2017 at 11:48 AM Reply

    Eiyaaa liat foto-fotomu kok mirip ya suasananya seperti di Pantai Ora dan Raja Ampat 😀

    Traveloka emang praktis ya, harganya juga udah inclusive jd gak usah ngitung-ngitung lagi hehehe 🙂

    Cheers,
    Dee – heydeerahma.com

    • Khairunnisa Siregar November 1, 2017 at 9:13 PM Reply

      Iya bener kak sekilas memang ada mirip Ora sama Pianemo haha. Iya bener Traveloka beneran praktis, gak ribet, dan suka ada diskon hahaha

  5. ratuna173yahoocom November 1, 2017 at 8:49 AM Reply

    Itu gradasi warna airnya merayu banget. Tapi pas baca bagian diayun-ayun ombak, beeuuddd jadi mikir 😣

    • Khairunnisa Siregar November 1, 2017 at 9:15 PM Reply

      Hahaha kalo aku kemaren minum antimo trus tidur aja tapi tetep berasa goyangnya untung kapten kapalnya jago. Pas berangkat airnya tenang mungkin karena lagi agak mendung dan udah mulai sore jadi ombak tinggi

  6. omnduut November 1, 2017 at 10:17 AM Reply

    Cakep-cakep banget fotonya. Belum kesampaian nih menginjakkan kaki ke Sulawesi dan Papua aku. Semoga bisa ke sana nanti *langsung cek tiket di traveloka 🙂

    • Khairunnisa Siregar November 1, 2017 at 9:16 PM Reply

      Cus cek Traveloka biar bisa segera ke Sulawesi sama Papua. Awas jadi betah haha

  7. dgoreinnamah November 1, 2017 at 2:08 PM Reply

    Sombori mulu. Kesel gw liatnya. Ahahahaha
    Taun depan gw ke sana nih

    • Khairunnisa Siregar November 1, 2017 at 9:17 PM Reply

      Iyalah kan sengaja bikin lu kesel, Tip. Bulan depan ajalah ke sananya cuti sama duit unlimited ini kan haha.

  8. qhachan November 2, 2017 at 3:34 PM Reply

    yaampun labengki-Sobori sekece ini dan aku baru taau…..bye

    • Khairunnisa Siregar November 3, 2017 at 9:39 PM Reply

      Memang belum banyak keekspos sih. Sekarang kalo udah tau langsung ke sana aja deh

  9. Matius Teguh Nugroho November 3, 2017 at 10:49 AM Reply

    Keren ke Labengki! Bisa dibilang ini Raja Ampat versi mini ya, jadi cocok buat alternatif gagal ke Misool hehe. Aku juga belum menginjakkan kaki di Sulawesi, tapi kalau ke sana, Makassar dan sekitarnya masih ada di urutan pertama.

    Buat eksplor Indonesia dan alamnya sih emang enak pake open trip atau tour provider, kak. Soalnya transportasinya susah. Kalau eksplor ibukota negara2 tetangga deh, baru jalan sendiri 😀
    Salam kenal ya

    • Khairunnisa Siregar November 3, 2017 at 9:41 PM Reply

      Setuju! Kalo di Indonesia transportnya bisa mahal banget apalagi kalo solo travel mesti sewa kapal sendiri hahaha

      • Matius Teguh Nugroho November 4, 2017 at 10:12 AM

        Jadi kayak Princess ya punya kapal sendiri (salah paham)

  10. Riyardi Arisman November 15, 2017 at 11:30 PM Reply

    Seruuu banget kak, btw aku juga seneng bgt sama fitur flight+hotelnya Traveloka, praktis dan kadang lebih murah, hehehe. Membantu banget.

  11. Debrina November 16, 2017 at 10:13 AM Reply

    Demi apa ica manjat tebing pake dress biru. Kewl

  12. Bara Anggara November 21, 2017 at 8:45 PM Reply

    Ngeri juga naik tebing2 batu itu tanpa pengaman yah..

    Anyway, ini emang gambarnya jadi vertikal doang atau di laptop gue doang yaak?? Jadinya gak total nikmatin foto2 kecenya hiks..

    salam kenal Icha Siregar..
    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: