Category Archives: Review

EVENT: Coral Triangle Day 2017

Beberapa waktu lalu gue diundang ke perayaan Coral Triangle Day 2017. Coral Triangle Day sendiri jatuh pada tanggal 9 Juni 2017. Coral Triangle Day ini diperingati setiap tahunnya oleh keenam negara anggota CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security) yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Sebelum kita bahas lebih jauh, sebenarnya apa sih Coral Triangle itu? Coral Triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 KM2 dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan Coral Triangle yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Wilayah ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemikm hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dab beberapa spesies padang lamun. Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung, dan ikan terbesar di dunia (hiu paus) menjadikan wilayah Coral Triangle sebagai tempat hidup. Bahkan 6 dari 7 spesies penyu laut bertelur, mencari makan dan bermigrasi di kawasan ini. Continue reading

CULINARY: Hooters Jakarta

Minggu lalu, tepatnya 9 Mei 2017 Hooters Jakarta mengadakan Grand Opening. Hooters Jakarta sendiri sebenarnya sudah beroperasi sejak Maret 2017 tetapi untuk Grand Opening baru diadakan di Mei ini. Restoran berlambang burung hantu ini terletak di Kemang, kawasan yang sudah terkenal sebagai pusat hang out kalangan muda Jakarta.

Hooters sendiri adalah restoran berkonsep sportbar yang sudah difranchise di berbagai negara. Jakarta menjadi tempat restoran pertama di Indonesia dan tentu saja beberapa bulan sebelum Hooters Jakarta resmi dibuka antusiasme dari masyarakat sudah terasa. Hooters terkenal dengan kelezatan chicken wings, keramahan para Hooters Girls, dan 15 layar HD yang menayangkan siaran olahraga dari seluruh penjuru dunia. Karena berkonsep sportbar, gak jarang Hooters sering dijadikan tempat nobar pertandingan olahraga.



Saat Grand Opening kemarin gue mencoba beberapa menu andalan Hooters, di antaranya: Continue reading

CULINARY: Ichitan Yen Yen

Gue kan suka banget makanan pedas, hampir tiap harilah gue makan ada sambelnya. Gue bahkan bisa makan siang dengan menu favorit gue yang itu-itu aja hanya karena gue suka sambelnya. Cuma kan, kalo pas makan itu gak berasa tetapi aftertaste makanan pedes itu yang kadang suka gak enak. Biasanya gue abis makan pedas sih minum minuman manis yang dingin.

Nah, ternyata sekarang ada minuman manis terbaru dari Ichitan yang diklaim dapat mereduksi rasa pedas dari makanan yang kita makan. Ichitan sendiri adalah perusahaan RTD (ready to drink) terkemuka di Thailand yang memiliki keahlian dalam pengolahan organik teh hijau bebas kimia dan tentu aja sudah mendapat sertifikasi dari Departemen Pertanian Thailand. Di Indonesia sendiri Ichitan diproduksi oleh PT Ichi Tan Indonesia. Sebelum varian terbarunya ini, dua varian Ichitan yang sudah beredar di Indonesia adalah Ichitan Honey Lemon dan Ichitan Lychee. Continue reading

TRAVEL: Raja Ampat Part 1

Well, anyway it’s the highlight of my journey in 2016. Gue ngerasa berdosa banget kalo gak memposting  apapun tentang trip ini di 2016. Beberapa bulan ini gue hiatus, bukan mau gue tapi kondisilah yang membuat gue gak bisa sering-sering posting dan banyak banget postingan trip yang akhirnya kepending. Oke, prolognya gak usah panjang-panjang karena postingan ini sepertinya akan panjang.

Gue selalu menganggap semua trip gue istimewa karena setiap trip ada cerita dan keunikannya sendiri. Nah, kenapa trip kali ini gue bilang highlight? Jelaslah ini pertama kalinya gue ke tanah Papua seorang diri. Yes, this is my first solo trip! Selain karena ini solo trip pertama gue, tujuan gue kali ya Raja Ampat. Siapa sih yang gak mau ke sana? Ya mungkin ada aja yang gak mau ke sana tapi maksud gue, traveler-traveler mana sih yang gak pengen ke sana? Raja Ampat pasti ada di bucketlist thalassophile (orang-orang yang cinta banget sama laut) macem guelah. Mungkin semacam hajinya thalassophile hahaha. Karena gak ada yang bisa gue ajak walaupun gue berusaha mengajak beberapa orang yang gue anggap potensial, akhirnya gue nekat ke sana sendirian. Perasaan takut pasti ada tapi gue terlalu penasaran sampe rasa takut gue kalah. Gue udah janji sama diri gue sendiri kalo 4-8 Mei 2016 gue harus ada di Raja Ampat.

Hari itu, tanggal 3 Mei 2016 adalah hari keberangkatan gue ke Sorong. Gue udah siap dengan ransel gue dari pagi karena gue akan ke airport langsung pulang kantor. Jarak rumah gue ke airport sebenarnya dekat dan bisa ditempuh cuma dalam 15-20 menit, tapi gue takut macet makanya gue memutuskan untuk langsung berangkat dari kantor. Gue sampe airport jam skeitar jam 19:00 dan itu artinya gue terlalu cepat karena GA 650 yang akan membawa gue ke Makassar take off jam 21:00. Setelah check in, gue akhirnya muter-muter sebelum masuk boarding room. Jam 21:00 pesawat take off dan gue gak bisa tidur karena terlalu excited. Gue pun menonton film untuk mengisi waktu dan membunuh rasa bosan. Akhirnya, FA mengumumkan dalam waktu dekat pesawat akan landing, tentu saja gue senang. Tepat 00:30 WITA gue menginjakkan kaki di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Ini pertama kalinya gue menginjak tanah Sulawesi.  Continue reading

REVIEW: Cold Press ID

Semenjak gue mulai suka mencoba-coba makanan, gue merasa makanan yang gue makan jadi gak kekontrol. Mungkin itu juga yang jadi penyebab jarum timbangan gue jadi cepet banget gerak ke kanan. Karena makan ngasal dan kurang serat, pencernaan gue jadi kurang lancar. 

Mulai merasa ada yang gak beres di badan gue, gue cari tau dong. Ternyata gue butuh detoksifikasi. Akhirnya gue memutuskan untuk detoksifikasi buat membersihkan dan mereset kembali sistem pencernaan gue. Salah satu cara detoks adalah dengan mengonsumsi jus dan beruntung sekarang ada Cold Press yang membuat proses detoksifikasi lebih mudah dan praktis.

Continue reading

TRAVEL: Casanemo Beach Resort

Seperti yang gue ceritakan di sini, kalo sebenernya penginapan tujuan utama gue di Sabang adalah Iboih Inn. Secara Iboih Inn rame banget kalo kalian googling tentang Sabang. Tapi takdir berkata lain, gue gak dapet kamar di sini dan akhirnya gue mencoba approach Freddie’s Sumur Tiga. Lagi-lagi gue gagal. Saat gue googling memang ada 3 penginapan topnya Sabang: Iboih Inn, Freddie’s Sumur Tiga, dan Casanemo Beach Resort. Akhirnya gue liat-liat review dan web resmi Casanemo, gue langsung menelpon Casanemo untuk booking dan beruntung tinggal ada satu Family Bungalow yang langsung gue dp hari itu juga.

Ekspektasi gue cukup tinggi karena gue liat dari review-review di Tripadvisor, Agoda, maupun blog-blog lain kalo Casanemo ini oke banget. Selain resort, Casanemo juga punya spa, salon, dan restoran. Casanemo ini dimiliki oleh Sitti Balqis Natasyrah Guidotti atau yang biasa gue panggil Bu Balqis. Beliau adalah orang Aceh yang menikah dengan orang Swiss. Bu Balqis ini walaupun owner, tapi gak segan-segan buat membantu gue untuk mendapatkan mobil rental di Sabang. Helpful dan humble banget. Sayang banget waktu gue check in beliau udah balik ke Swiss, padahal pengen banget ketemu langsung. Semoga next visit ketemu deh ya. Continue reading

CULINARY: Sipirock Coffee

Sebagai boru Batak yang suka makan dan ngopi, begitu tau kalo ada kafe menyajikan makanan khas Tapanuli Selatan dan Kopi Sipirok di Jakarta tentu aja gue seneng. Seneng banget. Kafe tersebut bernama Sipirock Coffee, spelling beda tapi pronouncation sama seperti nama tempat kopi yang disajikan di sini berasal, Sipirok. Gue mesem-mesem kesenengan waktu tau nama kafe ini karena Sipirok sendiri sebenernya juga adalah kampung halaman gue.


Kemarin gue akhirnya berkesempatan ke Sipirock Coffee. Dengan waktu tempuh perjalanan selama hampir 2 jam kami sampe juga, maklum ya rumah sama lokasinya ujung ke ujung. Bang Ayub Sulaeman Pulungan, owner Sipirock Coffee, menyambut gue dengan ramah. Kami ngobrolin awal mula Sipirock Coffee terbentuk, makanan, kopi, dan tentu aja kampung halaman tercinta: Sipirok! Sipirock Coffee sendiri sebenernya udah ada sejak 3 tahun lalu. Bang Ayub sendiri yang mengonsep kafe ini dan dibantu oleh Bang Faisal Batubara di bagian kitchen. Awalnya Sipirock Coffee memang hanya tempat ngopi dan Bang Ayub memang mau mempromosikan kopi Sipirok ke masyarakat luas. Gak cuma menyajikan Kopi Sipirok dan makanan western seperti di kafe-kafe pada umumnya, Sipirock Coffee menyajikan makanan khas Tapanuli Selatan yang membuat kafe ini berbeda. Selain Kopi Sipirok dan makanan khas TapSel, tersedia juga organ tunggal yang bisa mengiringi siapapun yang mau nyanyi. Namanya juga orang Batak pasti senengnya nyanyilah ya haha. Continue reading