TRAVEL: Via Ferrata Gunung Parang

Hampir setahun, akhirnya gue baru menulis post tentang Via Ferrata Gunung Parang ini. Gue tau aktivitas ini dari Ci Agnes, teman trip gue waktu ke Derawan tahun lalu. Via Ferrata yang berasal dari Bahasa Italia yang memiliki arti "jalur besi" adalah cara pendakian dengan meniti tangga baja yang ditanam di sepanjang tebing. Sekilas memang mirip dengan Rock Climbing, tetapi beda karena sudah ada tangga bajanya. Lebih gampang dong ya udah ada jalurnya? Siapa bilang! Hahahaha.

Jadi, Gunung Parang yang terletak di Purwakarta ini masih menjadi satu-satunya lokasi Via Ferrata di Indonesia. Via Ferrata ini sudah sangat populer di Eropa. Karena terlihat tidak terlalu susah, gue jadi tertarik untuk mencoba. Gue sendiri menggunakan Skywalker sebagai travel operator Via Ferrata ini. Ketinggian yang akan kita tempuh juga bisa dipilih: 150 M dan 300 M. Ketinggian 150 M normalnya ditempuh dalam 2 jam dan bisa langsung turun dengan teknik rappeling di hari yang sama. Karena gue sotoy dan sok-sok mau menchallenge diri sendiri, akhirnya gue memutuskan untuk memilih ketinggian 300 M dan camping semalam di atas Gunung Parang.

Continue reading

Advertisements

EVENT: Coral Triangle Day 2017

Beberapa waktu lalu gue diundang ke perayaan Coral Triangle Day 2017. Coral Triangle Day sendiri jatuh pada tanggal 9 Juni 2017. Coral Triangle Day ini diperingati setiap tahunnya oleh keenam negara anggota CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security) yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Sebelum kita bahas lebih jauh, sebenarnya apa sih Coral Triangle itu? Coral Triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 KM2 dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan Coral Triangle yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Wilayah ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemikm hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dab beberapa spesies padang lamun. Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung, dan ikan terbesar di dunia (hiu paus) menjadikan wilayah Coral Triangle sebagai tempat hidup. Bahkan 6 dari 7 spesies penyu laut bertelur, mencari makan dan bermigrasi di kawasan ini. Continue reading

TRAVEL: Weekend Getaway To Nusa Penida

Actually, it almost a year since this weekend getaway happened and now I decide to write a post about it. Jadi ceritanya setelah bertemu dengan kakak-kakak dan abang-abang di Raja Ampat bulan Mei 2016, gue punya travelmate baru nih. Lebih impulsif dari Maya pula hahaha. Kenapa? Jadi ceritanya waktu itu kami memutuskan untuk kumpul-kumpul aja sekalian copy foto di Raja Ampat, entahlah siapa yang mulai akhirnya kami memutuskan jalan-jalan bareng lagi setelah lebaran, tepatnya ke Nusa Penida bulan Agustus 2016. Karena gak ada tanggal merah, akhirnya jadilah ke Nusa Penida ini sebagai weekend getaway aja. Gilanya, saat itu juga kami book tiket ke Denpasar. Bener-bener impulsif kan hahaha.

Jumat malam (5/8), kami semua kumpul di Soekarno Hatta International Airport. Kali ini sih kami gak full team, cuma berenam. Pesawat menuju Denpasar delay, harusnya kami jam 21:00 take off akhirnya jam 22:00 take off dan sampai di Denpasar tentu saja sudah ganti hari. Kami langsung menuju hotel dan tidur sekitar 3 jam. Jam 05:00 kami menuju Sanur, karena kami akan menyebrang ke Nusa Penida lewat Sanur.


Kami naik fast boat dari Sanur sekitar jam 07:00 menuju Nusa Penida dengan waktu tempuh selama 45 menit. Sekitar jam 08:00 kami sampai di Nusa Penida dan langsung menuju hotel kami, Ring Sameton Inn. Setelah check in dan siap-siap, hari ini kami memutuskan untuk berkeliling Nusa Penida dulu tanpa snorkeling.  Continue reading

CULINARY: Hooters Jakarta

Minggu lalu, tepatnya 9 Mei 2017 Hooters Jakarta mengadakan Grand Opening. Hooters Jakarta sendiri sebenarnya sudah beroperasi sejak Maret 2017 tetapi untuk Grand Opening baru diadakan di Mei ini. Restoran berlambang burung hantu ini terletak di Kemang, kawasan yang sudah terkenal sebagai pusat hang out kalangan muda Jakarta.

Hooters sendiri adalah restoran berkonsep sportbar yang sudah difranchise di berbagai negara. Jakarta menjadi tempat restoran pertama di Indonesia dan tentu saja beberapa bulan sebelum Hooters Jakarta resmi dibuka antusiasme dari masyarakat sudah terasa. Hooters terkenal dengan kelezatan chicken wings, keramahan para Hooters Girls, dan 15 layar HD yang menayangkan siaran olahraga dari seluruh penjuru dunia. Karena berkonsep sportbar, gak jarang Hooters sering dijadikan tempat nobar pertandingan olahraga.



Saat Grand Opening kemarin gue mencoba beberapa menu andalan Hooters, di antaranya: Continue reading

TRAVEL: Jika Ica Pergi ke Hong Kong

Setelah tahun 2016 kemarin gue hanya melangkahkan kaki di bumi Nusantara, tahun ini gue memasukkan beberapa negara di bucketlist gue dan Hongkong menjadi salah satu destinasi dalam list tersebut. Sejujurnya, bukan tahun ini aja Hong Kong masuk list gue tetapi karena satu dan lain hal akhirnya plesiran ke Hong Kong di tahun-tahun sebelumnya tertunda. Jadi, tahun ini harusnya Hong Kong udah bisa dicoret dari bucketlist.

Kenapa sih gue mau banget ke Hongkong? Gak tau kenapa ya gue penasaran banget sama negara ini. Selain karena aksesnya cukup mudah dari Jakarta dan waktu tempuh yang gak lama, ke Hongkong pun gak perlu paspor. Satu sisi gue melihat Hong Kong adalah negara modern dengan 1.223 gedung pencakar langit yang megah tapi di sisi lain Hong Kong juga negara dengan warisan budaya yang gak bisa dipandang sebelah mata. Kedua sisi yang sangat berlawanan itu sangat menarik buat gue dan gak heran juga kalo Hong Kong dibilang tempat pertemuan timur dan barat, ya karena terletak di Asia dan kental dengan kebudayaan Tiongkok tetapi karena sempat menjadi jajahan Inggris jadi terpengaruh Barat. Memang ada apa di Hong Kong? Banyak! Mau apa juga ada mulai dari city tour, wisata kuliner, wisata belanja, wisata alam, hingga wisata budaya semua bisa dilakukan di Hong Kong. Jadi kalo gue ke Hong Kong gue mau ke mana?

  • Hongkong Disneyland

Taken from here

Taken from here

Sebagai pecinta kartun-kartun dari Walt Disney, mengunjungi destinasi ini adalah kewajiban buat gue. Meski gue pecinta Disney, tapi sejujurnya gue belum pernah ke Disneyland. Hong Kong Disneyland sendiri adalah Disneyland kedua di Asia dan akan menjadi Disneyland pertama gue. Dengan luas sekitar 28 hektar satu hari adalah waktu yang ideal untuk mengunjungi themepark ini. Continue reading

CULINARY: Ichitan Yen Yen

Gue kan suka banget makanan pedas, hampir tiap harilah gue makan ada sambelnya. Gue bahkan bisa makan siang dengan menu favorit gue yang itu-itu aja hanya karena gue suka sambelnya. Cuma kan, kalo pas makan itu gak berasa tetapi aftertaste makanan pedes itu yang kadang suka gak enak. Biasanya gue abis makan pedas sih minum minuman manis yang dingin.

Nah, ternyata sekarang ada minuman manis terbaru dari Ichitan yang diklaim dapat mereduksi rasa pedas dari makanan yang kita makan. Ichitan sendiri adalah perusahaan RTD (ready to drink) terkemuka di Thailand yang memiliki keahlian dalam pengolahan organik teh hijau bebas kimia dan tentu aja sudah mendapat sertifikasi dari Departemen Pertanian Thailand. Di Indonesia sendiri Ichitan diproduksi oleh PT Ichi Tan Indonesia. Sebelum varian terbarunya ini, dua varian Ichitan yang sudah beredar di Indonesia adalah Ichitan Honey Lemon dan Ichitan Lychee. Continue reading

And Then I Met You, Not Your Mother

Taken from here

Taken from here

Seperti tahun-tahun sebelumnya, gue selalu bikin resolusi menjelang pergantian tahun. Di Desember 2015 itu gue menetapkan bahwa resolusi tahun 2016 gue harus bisa sampai ke ujung barat dan timur Indonesia sekaligus, Sabang dan Raja Ampat. Gue terlihat sangat ambisius buat mengeksekusi resolusi gue itu, mengingat gue belom punya jatah cuti dan nominal tabungan yang harus gue siapkan untuk destinasi-destinasi itu. Sejujurnya gue masih bingung, Raja Ampat atau Labuan Bajo. Beberapa hari itu gue bolak-balik cek web GA memastikan jam penerbangan ke Raja Ampat dan Labuan Bajo di tanggal yang gue pilih. Akhirnya, keputusan gue sudah bulat. Gue ke Sabang di long weekend bulan Maret dan Raja Ampat di long weekend  bulan Mei. Gue berpikir Raja Ampat harus di bulan Mei karena libur lebih lama sehingga gue yang gak punya cuti ini tetap bisa agak berlama-lama di Raja Ampat. Gak mungkin kan gue udah jauh-jauh ke Sorong tapi cuma 3 hari. Kalender sudah ditandai, tiket sudah di tangan, jadi yang harus gue lakukan selanjutnya adalah gue harus lebih banyak menabung untuk biaya gue ke dua destinasi itu.

Gue berencana ke Sabang dengan keluarga gue, tetapi satu bulan sebelumnya rencana berubah. Akhirnya gue ke Sabang hanya dengan adik-adik gue. Bagaimana dengan Raja Ampat? Sampai bulan Maret gue masih belum tau mau pergi sama siapa. Maya, yang biasa ke mana-mana sama gue gak bisa ngetrip dulu sampai 2017 karena ada sesuatu hal yang harus diprioritaskan. Gak dapet teman ke Raja Ampat sampe bulan April, apa gue menyerah gitu aja? Tentu gak dong. Ica always get what Ica wants, if it’s not today maybe next week, next month, or next year but Ica always get what Ica wants. Jadi apapun yang terjadi selama gue punya tiket dan duit yang cukup gue harus berangkat.

Nyokap gue nanya juga akhirnya mau pergi sama siapa? Begitu gue jawab sendiri, nyokap gue sempat khawatir karena gue akan ke Sorong yang ada di ujung Indonesia dan gue di sana akan benar-benar sendiri karena bukan dalam rangka dinas seperti biasanya yang bakal ada orang kantor cabangnya hahaha. Sejujurnya gue ada perasaan takut, tapi ya masa gue gak jadi liat Wayag cuma karena gue takut sendirian. Di H-7, nyali gue sempet ciut seciut-ciutnya. Gue jadi takut sendirian ke sana. Tiap malem gue gak bisa tidur dan pikiran untuk batal berangkat sempat dateng beberapa kali selama seminggu itu, cuma langsung gue antepin karena gue pikir ini cuma ketakutan sementara aja. Continue reading