EVENT: #7MissionsBNI 2017

Sabtu kemaren tepatnya 5 Agustus 2017, gue terpilih sebagai salah satu dari 70 peserta #7MissionsBNI. Apa sih #7MissionsBNI? Event ini adalah salah satu acara dalam rangka memperingati HUT BNI ke-71 yang jatuh pada tanggal 5 Juli. Ngapain aja di #7MissionsBNI? Di #7MissionsBNI 70 peserta yang terdiri dari 50 nasabah dan 20 pegawai BNI dibagi dalam 10 tim yang bersama-sama menyelesaikan 7 misi di 7 tempat berbeda di area Jakarta selama 7 jam. Seru kan tuh.

Gue dapet info dari grup line iPhonesia dan langsung tertarik jadilah gue daftar begitu dapet info. Gue kasih tau Bang Yaya juga dan dese ikutan daftar. Kami berdua abis daftar lupa kapan pengumuman sampe satu malam ada notif di Instagram kalo kami berdua kepilih jadi peserta #7MissionsBNI dan bahkan ada di tim yang sama, yaitu Griya.

Sebelumnya, kami dibuatkan grup WhatsApp oleh panitia biar kenal teman-teman satu tim. Kami bikin grup per tim dan mulai diskusi pake baju warna apa. Akhirnya kami sepakat warna hijau jadi warna baju tim kami. Continue reading

Advertisements

TRAVEL: Sumbawa

Setelah dipertemukan di Raja Ampat Mei 2016 dan ke Nusa Penida di Agustus, gue dan geng R4 kembali memutuskan traveling bareng lagi. Tujuan kami kali ini adalah Sumbawa. Kenapa Sumbawa? Gue sejujurnya juga gak tau kenapa tetiba kami sepakat ke Sumbawa hahaha. Jadi, waktu itu waktu libur 17 Agustusan kami ketemuan untuk copy foto di Penida dan kami iseng liat tanggal merah selanjutnya ada kapan lagi sih. Lalu cek tiket ke Sumbawa, Lombok sih lebih tepatnya, dan akhirnya kami book flight lagi-lagi dengan impulsifnya. Kak Netty yang akhirnya mengatur itin dan akhirnya kami ke Sumbawa lewat Lombok dengan jalur laut.

Hampir di setiap trip kami ada dramanya, begitupun dengan trip kali ini. Tepat seminggu sebelum kami berangkat, Kak Bre ngasih kabar kalo dese terancam batal karena cutinya belom diapprove. Kak Bre ini memang hobi banget dadakan makanya gue suka ledekin dese kek tukang tahu bulat haha dan benar aja, H-3 dese baru ngabarin kalo cutinya approved.

Hari itu, Jumat tanggal 9 Desember kami tiba di Bandara International Lombok. Kami langsung menuju ke Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Gue yang memang pelor gak butuh waktu lama langsung tidur aja sepanjang perjalanan dan begitu bangun udah sampe. Kami naik ferry dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Sebelumnya buat yang belum tau, Sumbawa beda dengan Sumba. Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, sedangkan Sumba di Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan Nihiwatu Resort yang dalam dua tahun terakhir jadi The Best Hotel in The World. Bangga dong jadi orang Indonesia. Continue reading

TRAVEL: Via Ferrata Gunung Parang

Hampir setahun, akhirnya gue baru menulis post tentang Via Ferrata Gunung Parang ini. Gue tau aktivitas ini dari Ci Agnes, teman trip gue waktu ke Derawan tahun lalu. Via Ferrata yang berasal dari Bahasa Italia yang memiliki arti "jalur besi" adalah cara pendakian dengan meniti tangga baja yang ditanam di sepanjang tebing. Sekilas memang mirip dengan Rock Climbing, tetapi beda karena sudah ada tangga bajanya. Lebih gampang dong ya udah ada jalurnya? Siapa bilang! Hahahaha.

Jadi, Gunung Parang yang terletak di Purwakarta ini masih menjadi satu-satunya lokasi Via Ferrata di Indonesia. Via Ferrata ini sudah sangat populer di Eropa. Karena terlihat tidak terlalu susah, gue jadi tertarik untuk mencoba. Gue sendiri menggunakan Skywalker sebagai travel operator Via Ferrata ini. Ketinggian yang akan kita tempuh juga bisa dipilih: 150 M dan 300 M. Ketinggian 150 M normalnya ditempuh dalam 2 jam dan bisa langsung turun dengan teknik rappeling di hari yang sama. Karena gue sotoy dan sok-sok mau menchallenge diri sendiri, akhirnya gue memutuskan untuk memilih ketinggian 300 M dan camping semalam di atas Gunung Parang.

Continue reading

EVENT: Coral Triangle Day 2017

Beberapa waktu lalu gue diundang ke perayaan Coral Triangle Day 2017. Coral Triangle Day sendiri jatuh pada tanggal 9 Juni 2017. Coral Triangle Day ini diperingati setiap tahunnya oleh keenam negara anggota CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security) yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Sebelum kita bahas lebih jauh, sebenarnya apa sih Coral Triangle itu? Coral Triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 KM2 dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan Coral Triangle yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Wilayah ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemikm hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dab beberapa spesies padang lamun. Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung, dan ikan terbesar di dunia (hiu paus) menjadikan wilayah Coral Triangle sebagai tempat hidup. Bahkan 6 dari 7 spesies penyu laut bertelur, mencari makan dan bermigrasi di kawasan ini. Continue reading

TRAVEL: Weekend Getaway To Nusa Penida

Actually, it almost a year since this weekend getaway happened and now I decide to write a post about it. Jadi ceritanya setelah bertemu dengan kakak-kakak dan abang-abang di Raja Ampat bulan Mei 2016, gue punya travelmate baru nih. Lebih impulsif dari Maya pula hahaha. Kenapa? Jadi ceritanya waktu itu kami memutuskan untuk kumpul-kumpul aja sekalian copy foto di Raja Ampat, entahlah siapa yang mulai akhirnya kami memutuskan jalan-jalan bareng lagi setelah lebaran, tepatnya ke Nusa Penida bulan Agustus 2016. Karena gak ada tanggal merah, akhirnya jadilah ke Nusa Penida ini sebagai weekend getaway aja. Gilanya, saat itu juga kami book tiket ke Denpasar. Bener-bener impulsif kan hahaha.

Jumat malam (5/8), kami semua kumpul di Soekarno Hatta International Airport. Kali ini sih kami gak full team, cuma berenam. Pesawat menuju Denpasar delay, harusnya kami jam 21:00 take off akhirnya jam 22:00 take off dan sampai di Denpasar tentu saja sudah ganti hari. Kami langsung menuju hotel dan tidur sekitar 3 jam. Jam 05:00 kami menuju Sanur, karena kami akan menyebrang ke Nusa Penida lewat Sanur.


Kami naik fast boat dari Sanur sekitar jam 07:00 menuju Nusa Penida dengan waktu tempuh selama 45 menit. Sekitar jam 08:00 kami sampai di Nusa Penida dan langsung menuju hotel kami, Ring Sameton Inn. Setelah check in dan siap-siap, hari ini kami memutuskan untuk berkeliling Nusa Penida dulu tanpa snorkeling.  Continue reading

CULINARY: Hooters Jakarta

Minggu lalu, tepatnya 9 Mei 2017 Hooters Jakarta mengadakan Grand Opening. Hooters Jakarta sendiri sebenarnya sudah beroperasi sejak Maret 2017 tetapi untuk Grand Opening baru diadakan di Mei ini. Restoran berlambang burung hantu ini terletak di Kemang, kawasan yang sudah terkenal sebagai pusat hang out kalangan muda Jakarta.

Hooters sendiri adalah restoran berkonsep sportbar yang sudah difranchise di berbagai negara. Jakarta menjadi tempat restoran pertama di Indonesia dan tentu saja beberapa bulan sebelum Hooters Jakarta resmi dibuka antusiasme dari masyarakat sudah terasa. Hooters terkenal dengan kelezatan chicken wings, keramahan para Hooters Girls, dan 15 layar HD yang menayangkan siaran olahraga dari seluruh penjuru dunia. Karena berkonsep sportbar, gak jarang Hooters sering dijadikan tempat nobar pertandingan olahraga.



Saat Grand Opening kemarin gue mencoba beberapa menu andalan Hooters, di antaranya: Continue reading

TRAVEL: Jika Ica Pergi ke Hong Kong

Setelah tahun 2016 kemarin gue hanya melangkahkan kaki di bumi Nusantara, tahun ini gue memasukkan beberapa negara di bucketlist gue dan Hongkong menjadi salah satu destinasi dalam list tersebut. Sejujurnya, bukan tahun ini aja Hong Kong masuk list gue tetapi karena satu dan lain hal akhirnya plesiran ke Hong Kong di tahun-tahun sebelumnya tertunda. Jadi, tahun ini harusnya Hong Kong udah bisa dicoret dari bucketlist.

Kenapa sih gue mau banget ke Hongkong? Gak tau kenapa ya gue penasaran banget sama negara ini. Selain karena aksesnya cukup mudah dari Jakarta dan waktu tempuh yang gak lama, ke Hongkong pun gak perlu paspor. Satu sisi gue melihat Hong Kong adalah negara modern dengan 1.223 gedung pencakar langit yang megah tapi di sisi lain Hong Kong juga negara dengan warisan budaya yang gak bisa dipandang sebelah mata. Kedua sisi yang sangat berlawanan itu sangat menarik buat gue dan gak heran juga kalo Hong Kong dibilang tempat pertemuan timur dan barat, ya karena terletak di Asia dan kental dengan kebudayaan Tiongkok tetapi karena sempat menjadi jajahan Inggris jadi terpengaruh Barat. Memang ada apa di Hong Kong? Banyak! Mau apa juga ada mulai dari city tour, wisata kuliner, wisata belanja, wisata alam, hingga wisata budaya semua bisa dilakukan di Hong Kong. Jadi kalo gue ke Hong Kong gue mau ke mana?

  • Hongkong Disneyland

Taken from here

Taken from here

Sebagai pecinta kartun-kartun dari Walt Disney, mengunjungi destinasi ini adalah kewajiban buat gue. Meski gue pecinta Disney, tapi sejujurnya gue belum pernah ke Disneyland. Hong Kong Disneyland sendiri adalah Disneyland kedua di Asia dan akan menjadi Disneyland pertama gue. Dengan luas sekitar 28 hektar satu hari adalah waktu yang ideal untuk mengunjungi themepark ini. Continue reading