TRAVEL: Kenapa Harus ke Gold Coast?

Wah, gak terasa ternyata udah November aja. Udah mau akhir tahun lagi, udah mau ganti tahun lagi, dan artinya udah mau liburan lagi! Memasuki bulan ke-11 ini, gue mencoba mereview kembali resolusi 2016 yang udah gue buat di penghujung 2015 kemarin. Apakah banyak yang tercapai atau banyak gagalnya haha. Selain mereview kembali resolusi tahun ini, gue udah mulai bersiap-siap membuat resolusi untuk 2017. Salah satu dari isi list resolusi yang akan gue buat tentu saja adalah rencana perjalanan. Setelah di 2016 gue udah mencoret beberapa tempat yang udah ada di bucket list dalam negeri, tahun depan gue maunya sih melakukan perjalanan dengan paspor lagi. Lalu, kira-kira nih ke mana tujuan gue selanjutnya? Gold Coast!

 

Gold Coast. Taken from here

Gold Coast. Taken from here

Terletak di Queensland, Gold Coast menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup terkenal di kalangan wisatawan yang melakukan kunjungan wisata ke Australia. Gold Coast memiliki keunikan sendiri, karena matahari menyinari kota ini hampir selama setahun penuh, lebih tepatnya sekitar 300 hari. Untuk orang yang tidak cocok di cuaca dingin seperti gue, Gold Coast tentu saja sangat menarik perhatian dan menurut gue Gold Coast adalah kota yang cocok untuk menikmati musim panas di Australia. Sesuai dengan tagline “Famous for Fun”, Gold Coast memang menjadi tempat yang tepat untuk bersenang-senang dengan berbagai pesona objek wisata yang dimilikinya. Kenapa sih harus liburan musim panas ke Gold Coast? Ada apa di Gold Coast?

Continue reading

TRAVEL: Derawan Trip Part 3

Setelah kemarin main air seharian, pagi ini kami juga akan kembali main air karena mau mengejar Manta. Gue tentu saja excited karena gue gagal liat Manta di Raja Ampat, jadilah gue agak ngarep di Derawan ketemu Manta. Setelah sarapan, kapal membawa kami ke Manta Point. Manta Point sendiri letaknya dekat Pulau Sangalaki dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai ke sana yang perjalanannya lagi-lagi gue isi dengan tidur hahaha.

Tiba-tiba seisi kapal heboh, gue sampe kebangun. Ternyata ada Manta yang terlihat, pantes pada heboh. Kak Vira gak tahan liat Manta keliaran gitu aja langsung ambil fin sama snorkle dan nyebur sendirian. Sayang banget, belum sempat kami semua turun Mantanya malah kabur. Akhirnya kami pindah ke spot lain demi memburu Manta. Arus di Manta Point ini cukup deras, kapal jadi goyang-goyang akhirnya gue jadi agak-agak pusing. Daripada makin pusing, lebih baik langsung nyebur ajalah.

Seperti yang udah gue sebutkan, arus di Manta Point ini cukup deras dan membuat gue keseret-seret agak jauh dari kapal tapi tetep aja gak nemu Mantanya. Lagi-lagi gue kecewa. Beberapa temen berhasil ketemu Manta, bahkan Tante Devi sampe balapan sama Manta. Mungkin gue memang harus bisa freedive biar bisa bener-bener ketemu Manta. Kurang lebih 1 jam kami snorkeling demi mengejar si Manta, akhirnya kami naik ke kapal karena Bang Riza muntah dan minta pulang. HAHAHAHAHA. Continue reading

TRAVEL: Derawan Trip Part 2

Pagi itu gue bangun sendiri tanpa bantuan siapapun karena gue kedinginan. Gue memang gak kuat dingin, jadilah pagi itu gue bangun dan langsung keluar kamar. Begitu gue keluar kamar, Kak Vira yang udah siap-siap mencari sunrise mengajak gue. Daripada bengong, akhirnya gue mengiyakan ajakan Kak Vira. Kami berjalan ke arah sunrise point dan kurang dari 10 menit kami sampai. Di sana ternyata ada Om Wow yang udah terlebih dulu nunggu sunrise. Sayang banget, pagi itu kami kurang beruntung karena langit berawan jadilah kami gak dapet sunrise.


Gak lama kemudian kami kembali ke Derawan Fisheries. Ketika sampe di Derawan Fisheries gue nyari Maya karena hari itu dese ulangtahun. Setelah gue cari di kamar gak ada, ternyata dese lagi foto-foto di sunset point. Setelah gue mengucapkan selamat ulangtahun kami sarapan dan Maya akhirnya tiup lilin pake donat yang disiapin teman-teman lain. Lucky her because she can celebrate her birthday in Derawan. 

Taken by Kak Vira


Continue reading

TRAVEL: Derawan Trip Part 1

Pagi itu gue bangun lebih semangat dari biasa. Bukan pagi malah, dini hari, karena gue udah membuka mata ketika jarum jam masih di angka 3. Tumben banget kan gue bisa bangun lebih cepat dan dengan mudah. Jelaslah, mau ke Derawan. Hahaha. Gue bersiap-siap kemudian langsung menuju CGK yang jaraknya kurang lebih cuma 7 KM dari rumah, begitu sampai di Terminal 2 gue langsung ke check in counter dan mendapat surprise. Tiket gue yang SA ini gak bisa langsung check in, tetapi harus tunggu sampai jam 04:30 dan di check in counter waiting list.

Gak berapa lama Maya datang dan langsung cetak boarding pass. Nunggu sampe ngantuk, akhirnya gue bisa check in dan langsung boarding karena memang waktu sudah mepet. Karena wakut mepet, koper gue gak bisa masuk bagasi akhirnya gue bawa-bawa deh ke cabin. Gue pikir dramanya abis ternyata boarding pass dari BPN-BEJ belum bisa dicetak sampe gue tiba di BPN nanti, lagi-lagi karena SA. Karena gue memang anaknya seneng hal-hal yang challenging (boong aja, padahal mah ketar-ketir juga), gue terima juga deh keputusan buat cetak boarding pass di BPN.

Jam 05:00, pesawat take-off dan sudah dapat dipastikan gue tertidur. Sekitar 08:20, pesawat akhirnya landing di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Excited lah gue, pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Borneo. Karena gue belum megang boarding pass BEJ, gue lari-larian bawa koper deh ke bagian transit meninggalkan Maya begitu saja. Udah cukup drama, kan. Jam 08:40 pesawat dijadwalkan take off menuju Berau, dan gue berhasil dapet boarding pass di 08:36 dan secara tidak disangka-sangka mendapat bangku di Business Class. Seru kan perjalanan gue? Deg-degan iya.


Continue reading

Derawan Trip: The Prologue

Dan bila kamu menginginkan sesuatu, semua unsur semesta akan berkonspirasi membantumu untuk mewujudkannya – Paul Coelho

 

Tahun ini sejujurnya banyak banget place to visit yang masuk ke bucketlist gue. Derawan adalah salah satu yang masuk bucketlist gue yang ternyata cukup panjang itu. Waktu jadi kendala utama gue, dikarenakan gue belum ada setaun pindah kantor dan gue belum memiliki cuti jadilah bucketlist gue ini belum bisa langsung gue eksekusi semua dalam waktu dekat.

Long weekend di bulan Mei sudah gue rencanakan untuk menjejakkan kaki di surga di ujung Timur Indonesia, Raja Ampat. Meski begitu, Derawan tetap menjadi destinasi impian gue walaupun kemungkinan gue bisa ke Derawan setelah mendapat cuti. Namanya hidup, kadang suka di luar rencana kita kan. Suatu hari di penghujung Maret gue mendapat BBM dari Mas Pras dari AK Tour & Travel yang isinya kurang lebih memberitahu tentang acara Meet and Trip 05, yang mencari blogger maupun social media enthusiast untuk menikmati liburan di Derawan Fisheries secara gratis. Gue yang memang anaknya oportunis gak pake pikir panjang langsung aja mencoba peruntungan gue kembali. Gak perlu waktu lama, email dari Bang Harry Gunawan (owner dari Derawan Fisheries) yang menyatakan gue terpilih menjadi salah satu peserta Meet and Trip 05 masuk ke inbox gue. Sejujurnya gue senang banget, tapi satu sisi gue juga bingung karena trip ini berlangsung dari 12-15 Mei 2016 which is gue harus tidak masuk kerja selama dua hari. Gue bingung banget mesti gimana izinnya, secara gue udah izin tanggal 4 Mei gak masuk karena mau ke Raja Ampat. Masa iya gue izin lagi buat minggu depannya. Continue reading

REVIEW: Cold Press ID

Semenjak gue mulai suka mencoba-coba makanan, gue merasa makanan yang gue makan jadi gak kekontrol. Mungkin itu juga yang jadi penyebab jarum timbangan gue jadi cepet banget gerak ke kanan. Karena makan ngasal dan kurang serat, pencernaan gue jadi kurang lancar. 

Mulai merasa ada yang gak beres di badan gue, gue cari tau dong. Ternyata gue butuh detoksifikasi. Akhirnya gue memutuskan untuk detoksifikasi buat membersihkan dan mereset kembali sistem pencernaan gue. Salah satu cara detoks adalah dengan mengonsumsi jus dan beruntung sekarang ada Cold Press yang membuat proses detoksifikasi lebih mudah dan praktis.

Continue reading

TRAVEL: Aceh-Sabang Trip Part 3

Minggu pagi itu kami bangun lebih pagi dari Minggu pagi biasanya. Jam 06:30 kami sudah check out dan Bang Muklis juga sudah menjemput kami. Agak mellow harus mengakhiri liburan ini dan meninggalkan Casanemo. Menginap di Casanemo ini berkesan banget dan gue pasti akan balik ke sini lagi. Jam 07:00 kami tiba di Pelabuhan Balohan dengan tiket kapal cepat Express Bahari yang telah dibeli kemarin lewat teman Bang Muklis. Setelah pamit dengan Bang Muklis dan mengucapkan terimakasih, kami menuju dermaga.

Karena ada yang jual Bakpia Sabang gue menyempatkan untuk beli buat di rumah dan kantor. Gak lama sebenernya, lalu kami langsung menuju dermaga kapal cepat yang terlihat dari jauh rame banget. Dan di sinilah drama lagi-lagi terjadi. Tiket kapal cepat yang tertera jam keberangkatan dan nomor bangku gak ada gunanya! Kenapa gue bilang gak ada gunanya? Karena untuk naik ke kapal cepat malah antri dan desak-desakan. Gue gak ngertilah kenapa bisa begini. Gue kecewa dan sempet marah-marah juga. Dua kali ketahan di gerbang menuju dermaga, gue sempat lolos tapi ketiga adek gue masih ketahan. Gue ngamuk-ngamuk dulu protes kenapa chaos gini tapi gak dapet jawaban malah cuma disuru tenang. Niatnya naik kapal cepat biar lebih nyaman dan cepat sampe Ulee Lheue malah sama aja kek naik kapal lambat yang makan waktu 2 jam perjalanan. Harusnya jam 08:00 kami udah naik kapal dan sampe di Ulee Lheue jam 08:45, tapi karena kejadian ini kami jadi baru bisa naik kapal jam 09:00.

Jam 10:00 kami sampe di Pelabuhan Ulee Lheue setelah melewati drama-drama gak penting itu. Kami langsung cari makan di sekitar pelabuhan dan pilihannya adalah Mie Aceh. Cuma di Aceh gue akhirnya mau makan mie haha. Enak juga ternyata. Hanya dengan Rp 8.000 gue bisa menikmati mie khas Kota Serambi Mekah ini.

Continue reading