TRAVEL: Flores Trip Part 1

Sebenernya gue mau ke Flores udah dari tahun lalu waktu galau-galau Raja Ampat atau Flores, akhirnya milih Raja Ampat dulu. Flores jadi trip pertama gue di 2017 dan gak nyesel sih karena seminggu di Flores gue agak nyantai gak keburu-buru walaupun pada akhirnya gue gak jadi overland sampe ke Ende. Flores ini adalah solo trip gue kedua setelah Raja Ampat. Kenapa solo trip? Karena gue males nunggu ada temennya jadi selagi bisa jalan, ya gue jalan aja hahaha. Seminggu di Flores ke mana aja?

Jadi, gue berangkat dari Jakarta tanggal 27 April transit di Bali 5 jam. Gue bingung mau ke mana akhirnya gue ke Pandawa cuma cek ombak doang akhirnya balik lagi ke Ngurah Rai hahaha.

Jam 14:45 pesawat take off dan gue baru sampe di Bandara Komodo Labuan Bajo jam 15:30. Sebenernya gue sailing baru tanggal 28 April, tapi karena sailing itu mulai dari pagi jadilah gue memutuskan untuk stay di Labuan Bajo sehari sebelumnya. Malam pertama di Labuan Bajo gue menginap di Ciao Hostel dan gue dijemput pihak hostel dari bandara. Gratis. Kenapa gue memilih Ciao Hostel? Karena reviewnya bagus, harganya affordable banget cuma Rp 150.000, ada dorm khusus perempuan yang maksimal 6 orang dan gue cuma buat tidur semalam jadi gak perlu hotel bintang dulu. Selain itu, Ciao Hostel ini letaknya di atas bukit dan view dari hostel ini bagus banget makanya gue memutuskan untuk menginap di sini aja.

Jam 16:00 gue udah sampe Ciao Hostel, selesai check in gue diantar ke kamar dan di kamar itu cuma gue yang orang Indonesia. Gue sekamar sama tiga orang Jerman, 1 orang Belanda, dan 1 orang Malaysia yang awalnya gue kira orang Indonesia.

Si orang Malaysia ini awalnya ngira gue orang Malaysia hahaha. Gue ngobrol sebentar sama dia dan ternyata dia juga sendirian ke Flores. Kita berdua sama-sama kaget karena gak biasanya orang Indonesia atau Malaysia solo trip hahaha. Continue reading

Advertisements

TRAVEL: Derawan Lagi!

Awal Desember lalu, gue balik ke Derawan. Kali ini sama Chacha dan Efa. Hari pertama di Derawan kami dibawa Bang Harry, owner Derawan Fisheries, ke destinasi baru yang belom pernah gue kunjungi di trip gue sebelumnya.

Pagi-pagi banget jam 04:00, kami dibangunin dan langsung siap-siap jalan. Kenapa pagi banget? Karena kami mau ke Danau Labuan Cermin! Danau ini letaknya di Biduk-biduk, sekitar 4 jam perjalanan laut makanya kalo ke sana mesti dari pagi dan ditambah kami mau mengejar whaleshark yang adanya cuma di pagi hari.

Sekitar jam 07:00 pagi kami udah di bagan dan udah ada dua whaleshark. Gue yang over excited langsung nyebur. Chacha sama Efa masih di atas kapal. Sumpah ya, gue doang ternyata yang berenang sama dua raksasa itu. Gak lama akhirnya Bang Erwin nyusul turun karena mau ambil foto si raksasa. Awalnya ya takut tapi lama-lama biasa aja. Whaleshark gak buas kek hiu tapi tetep aja jangan berenang terlalu dekat karena mereka sebenarnya satwa yang dilindungi. Jarak amannya ya dua meterlah. Jangan dipegang juga apalagi dipeluk kek cover in-flight magazine salah satu maskapai beberapa waktu lalu.

Continue reading

EVENT: #7MissionsBNI 2017

Sabtu kemaren tepatnya 5 Agustus 2017, gue terpilih sebagai salah satu dari 70 peserta #7MissionsBNI. Apa sih #7MissionsBNI? Event ini adalah salah satu acara dalam rangka memperingati HUT BNI ke-71 yang jatuh pada tanggal 5 Juli. Ngapain aja di #7MissionsBNI? Di #7MissionsBNI 70 peserta yang terdiri dari 50 nasabah dan 20 pegawai BNI dibagi dalam 10 tim yang bersama-sama menyelesaikan 7 misi di 7 tempat berbeda di area Jakarta selama 7 jam. Seru kan tuh.

Gue dapet info dari grup line iPhonesia dan langsung tertarik jadilah gue daftar begitu dapet info. Gue kasih tau Bang Yaya juga dan dese ikutan daftar. Kami berdua abis daftar lupa kapan pengumuman sampe satu malam ada notif di Instagram kalo kami berdua kepilih jadi peserta #7MissionsBNI dan bahkan ada di tim yang sama, yaitu Griya.

Sebelumnya, kami dibuatkan grup WhatsApp oleh panitia biar kenal teman-teman satu tim. Kami bikin grup per tim dan mulai diskusi pake baju warna apa. Akhirnya kami sepakat warna hijau jadi warna baju tim kami. Continue reading

TRAVEL: Sumbawa

Setelah dipertemukan di Raja Ampat Mei 2016 dan ke Nusa Penida di Agustus, gue dan geng R4 kembali memutuskan traveling bareng lagi. Tujuan kami kali ini adalah Sumbawa. Kenapa Sumbawa? Gue sejujurnya juga gak tau kenapa tetiba kami sepakat ke Sumbawa hahaha. Jadi, waktu itu waktu libur 17 Agustusan kami ketemuan untuk copy foto di Penida dan kami iseng liat tanggal merah selanjutnya ada kapan lagi sih. Lalu cek tiket ke Sumbawa, Lombok sih lebih tepatnya, dan akhirnya kami book flight lagi-lagi dengan impulsifnya. Kak Netty yang akhirnya mengatur itin dan akhirnya kami ke Sumbawa lewat Lombok dengan jalur laut.

Hampir di setiap trip kami ada dramanya, begitupun dengan trip kali ini. Tepat seminggu sebelum kami berangkat, Kak Bre ngasih kabar kalo dese terancam batal karena cutinya belom diapprove. Kak Bre ini memang hobi banget dadakan makanya gue suka ledekin dese kek tukang tahu bulat haha dan benar aja, H-3 dese baru ngabarin kalo cutinya approved.

Hari itu, Jumat tanggal 9 Desember kami tiba di Bandara International Lombok. Kami langsung menuju ke Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Gue yang memang pelor gak butuh waktu lama langsung tidur aja sepanjang perjalanan dan begitu bangun udah sampe. Kami naik ferry dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Sebelumnya buat yang belum tau, Sumbawa beda dengan Sumba. Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, sedangkan Sumba di Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan Nihiwatu Resort yang dalam dua tahun terakhir jadi The Best Hotel in The World. Bangga dong jadi orang Indonesia. Continue reading

TRAVEL: Via Ferrata Gunung Parang

Hampir setahun, akhirnya gue baru menulis post tentang Via Ferrata Gunung Parang ini. Gue tau aktivitas ini dari Ci Agnes, teman trip gue waktu ke Derawan tahun lalu. Via Ferrata yang berasal dari Bahasa Italia yang memiliki arti "jalur besi" adalah cara pendakian dengan meniti tangga baja yang ditanam di sepanjang tebing. Sekilas memang mirip dengan Rock Climbing, tetapi beda karena sudah ada tangga bajanya. Lebih gampang dong ya udah ada jalurnya? Siapa bilang! Hahahaha.

Jadi, Gunung Parang yang terletak di Purwakarta ini masih menjadi satu-satunya lokasi Via Ferrata di Indonesia. Via Ferrata ini sudah sangat populer di Eropa. Karena terlihat tidak terlalu susah, gue jadi tertarik untuk mencoba. Gue sendiri menggunakan Skywalker sebagai travel operator Via Ferrata ini. Ketinggian yang akan kita tempuh juga bisa dipilih: 150 M dan 300 M. Ketinggian 150 M normalnya ditempuh dalam 2 jam dan bisa langsung turun dengan teknik rappeling di hari yang sama. Karena gue sotoy dan sok-sok mau menchallenge diri sendiri, akhirnya gue memutuskan untuk memilih ketinggian 300 M dan camping semalam di atas Gunung Parang.

Continue reading

EVENT: Coral Triangle Day 2017

Beberapa waktu lalu gue diundang ke perayaan Coral Triangle Day 2017. Coral Triangle Day sendiri jatuh pada tanggal 9 Juni 2017. Coral Triangle Day ini diperingati setiap tahunnya oleh keenam negara anggota CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security) yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Sebelum kita bahas lebih jauh, sebenarnya apa sih Coral Triangle itu? Coral Triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 KM2 dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan Coral Triangle yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Wilayah ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemikm hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dab beberapa spesies padang lamun. Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung, dan ikan terbesar di dunia (hiu paus) menjadikan wilayah Coral Triangle sebagai tempat hidup. Bahkan 6 dari 7 spesies penyu laut bertelur, mencari makan dan bermigrasi di kawasan ini. Continue reading

TRAVEL: Weekend Getaway To Nusa Penida

Actually, it almost a year since this weekend getaway happened and now I decide to write a post about it. Jadi ceritanya setelah bertemu dengan kakak-kakak dan abang-abang di Raja Ampat bulan Mei 2016, gue punya travelmate baru nih. Lebih impulsif dari Maya pula hahaha. Kenapa? Jadi ceritanya waktu itu kami memutuskan untuk kumpul-kumpul aja sekalian copy foto di Raja Ampat, entahlah siapa yang mulai akhirnya kami memutuskan jalan-jalan bareng lagi setelah lebaran, tepatnya ke Nusa Penida bulan Agustus 2016. Karena gak ada tanggal merah, akhirnya jadilah ke Nusa Penida ini sebagai weekend getaway aja. Gilanya, saat itu juga kami book tiket ke Denpasar. Bener-bener impulsif kan hahaha.

Jumat malam (5/8), kami semua kumpul di Soekarno Hatta International Airport. Kali ini sih kami gak full team, cuma berenam. Pesawat menuju Denpasar delay, harusnya kami jam 21:00 take off akhirnya jam 22:00 take off dan sampai di Denpasar tentu saja sudah ganti hari. Kami langsung menuju hotel dan tidur sekitar 3 jam. Jam 05:00 kami menuju Sanur, karena kami akan menyebrang ke Nusa Penida lewat Sanur.


Kami naik fast boat dari Sanur sekitar jam 07:00 menuju Nusa Penida dengan waktu tempuh selama 45 menit. Sekitar jam 08:00 kami sampai di Nusa Penida dan langsung menuju hotel kami, Ring Sameton Inn. Setelah check in dan siap-siap, hari ini kami memutuskan untuk berkeliling Nusa Penida dulu tanpa snorkeling.  Continue reading