Tujuh Hal yang Harus Dilakukan di Misool

Semenjak menginjakkan kaki di Raja Ampat Mei 2016 lalu yang gue ceritakan di sini, gue langsung jatuh cinta dan berkeinginan akan kembali ke tanah empat raja tersebut. Raja Ampat bukan sekedar Pianemo yang pernah didatangi oleh Presiden Jokowi, bukit Karst Wayag, atau resort mewah serta spot diving yang telah mendunia. Lebih dari itu, masih banyak tujuan lain di Raja Ampat yang bisa dieksplor dan tentu saja keramahan warganya selalu menarik hati untuk kembali lagi ke sana.

Umumnya, wisatawan tahu Raja Ampat hanya sekitar Pianemo dan Wayag di kepulauan Waigeo yang terletak di Raja Ampat Utara. Akses yang sudah lebih mudah dan murah daripada tahun-tahun sebelumnya dan tentu saja exposure dari social media membuat kawasan Raja Ampat Utara lebih terkenal dibanding wilayah Raja Ampat lainnya padahal masih ada tiga kepulauan besar lagi; Misool, Batanta, dan Salawati.

Misool yang terletak di Raja Ampat Selatan sudah terbayang-bayang di benak gue semenjak dua tahun lalu. Raja Ampat Utara memang menarik dan masih banyak yang belum dieksplor, tetapi Misool yang masih perawan terlihat lebih menggoda. Akses yang lebih susah dan mahal membuat Misool semakin ekslusif sekaligus menantang untuk didatangi. Continue reading

Advertisements

Cari Kerja Atau Pekerja? GAWEin Aja!

Jadi di kantor gue sekarang ada beberapa anak magang yang udah di tingkat akhirlah di kampusnya. Gue jadi teringat jaman gue semester 8 dulu waktu kuliah tinggal skripsian dan magang di Detik.com. Waktu itu yang gue pikirkan bakal bosen banget gak ada kegiatan kalo gak ke kampus, sedangkan ke kampus Cuma untuk bimbingan skripsi akhirnya waktu ada lowongan magang di Detik.com gue apply aja. Nah, selama magang itu selain gue mengisi waktu luang gue juga dapat pengalaman kerja itu seperti apa dan tentu aja dapat uang tambahan dari hasil kerja gue.

Gue sempat mikir, enak juga kalo ada kerjaan untuk mahasiswa yang gak mesti tiap hari masuk dan ganggu waktu kuliah tapi tetap bisa menghasilkan uang. Jaman gue kuliah beberapa teman gue udah ada yang kerja part time tapi cuma sebatas jadi pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar atau guru private, sedangkan gue gak bisa banget buat ngajar-ngajar gitu. Waktu itu sih aplikasi pencari kerja memang udah ada tapi rata-rata yang dicari yang memang udah lulus kuliah. Jarang banget ada lowongan magang yang gue cari jaman masih mahasiswa dulu. Guepun dapat lowongan di Detikcom dari Twitter hahaha. Continue reading

Menginjakkan Kaki di Tanah Sulawesi, #JadiBisa dengan Traveloka

Libur lebaran lalu, gue berencana ke Misool. Karena dapat kabar kalo di sana cuaca buruk, akhirnya batal deh rencananya. Gak mau liburan di rumah aja, gue mencari-cari opsi lain untuk liburan. Akhirnya, Labengki dan Sombori jadi tujuan destinasi libur lebaran gue. Di mana sih letak Labengki-Sombori? Labengki dan Sombori terletak di Sulawesi Tenggara. Ini adalah kali pertama gue menginjakkan kaki di tanah Sulawesi. Gue sangat excited!

Gue memilih paket open trip karena lagi gak mau ribet atur itin dan booking sana-sini sendiri, ternyata paket open trip yang gue dapat lumayan murah juga, dan tentu aja kalo ikut open trip bakal dapet teman-teman perjalanan baru. Paket open trip gue start dari Kendari dan gue mengambil paket 4 hari 3 malam. Seperti open trip pada umumnya, harga paket di luar akomodasi penerbangan.

Setelah membaca itin yang diberikan tour leader, gue memutuskan untuk extend sehari setelah trip. Pertimbangan gue waktu itu adalah hari terakhir trip selesai jam 17:00, gue agak takut kalo nantinya ada case ngaret-ngaret dan mesti ada drama keburu-buru ke bandara atau worst casenya ketinggalan pesawat. Ditambah gue mau istirahat dulu setelah snorkeling, hopping island, dan explore Labengki-Sombori yang dari Kendari sendiri sekitar 4 jam perjalanan laut. Kebayang kan capeknya kek apa kalo langsung pulang hari itu juga? Continue reading

BEAUTY: Mineral Botanica

Jadi ceritanya gue pertama kali kenal brand ini dari Jelly, teman gue di kantor lama. Waktu itu gue cuma tau brand ini brand make up lokal dan gue suka banget sih sama Soft Matte Lip Creamnya sampe sekarang pun gue masih repurchase. Nah, beberapa waktu lalu gue baru ngeh kalo Mineral Botanica juga punya produk selain make up. Akhirnya gue cobalah beberapa produk lain dari Mineral Botanica. Apa aja sih produk Mineral Botanica yang gue coba?

  • Mineral Botanica Foaming Facial Wash

Mineral Botanica Foaming Facial Wash ini merupakan produk skincare terbaru dari Mineral Botanica yang sebelumnya mengeluarkan Facial Foam dan Facial Wash. Bisa dibilang Mineral Botanica Foaming Facial Wash adalah paket lengkap yang nggak cuma membersihkan wajah, tapi juga bisa mengangkat kotoran serta mengontrol minyak berlebih pada wajah. Cocok, nih buat yang punya tipe kulit cenderung berminyak kek gue.

Continue reading

J-Sky Ferris Wheel: Sensasi Menikmati Jakarta di Ketinggian 69 Meter

Ada yang suka ke themepark atau amusement park? Kalo gue sih suka banget apalagi kalo naik kincir ria atau yang dalam Bahasa Inggris disebut ferris wheel. Sabtu lalu gue bermain-main ke daerah timur Jakarta, tepatnya di Cakung. Ada apa sih di sana? Karena akhirnya hari yang gue tunggu dateng juga! Di lantai 3 Mall AEON Cakung yang baru buka akhir September lalu berdiri J-Sky Ferris Wheel.

J-Sky Ferris Wheel ini memiliki ketinggian 69 meter, berdiamter 50 meter, dan terdiri dari 32 gondola yang juga bisa dinikmati oleh teman-teman yang berkebutuhan khusus. Gondola-gondola ini saat ini berwarna senada, namun nantinya tidak akan menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi gondola tematik. PT Momozen Amusement Indonesia yang merupakan perusahaan Jepang dengan spesialisasi bisnis dunia hiburan bertanggung jawab untuk wahana, pelayanan, dan perawatannya. Continue reading

Tak Hanya Wakatobi, Kamu Pun Harus ke Labengki dan Sombori!

DISCLAIMER: Artikel ini sudah dipublish di Blog Traveloka

Kota Kendari memang terkenal sebagai pintu masuk ke Wakatobi, “surga bawah laut” di Sulawesi Tenggara. Wakatobi menarik wisatawan dengan taman nasional yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Namun, apakah hanya kawasan itu yang menjadi tujuan wisata? Tidak. Nyatanya, ada beberapa pulau yang ternyata tak kalah menakjubkan dari Wakatobi.

Libur Lebaran kemarin, saya berencana untuk traveling. Awalnya, saya berencana ke Pulau Misool, salah satu pulau besar di Raja Ampat, namun batal karena cuaca buruk yang dikabarkan oleh pihak penginapan. Tak ingin pasrah karena hampir tak jadi jalan-jalan, saya langsung mencari alternatif destinasi wisata di kawasan Indonesia bagian timur. Setelah mencari informasi di internet, saya menemukan paket open trip ke Labengki – Sombori.

Mungkin Labengki dan Sombori masih belum banyak dikenal wisatawan lokal, termasuk saya. Oleh karena itu, saya semakin penasaran melihat itinerary perjalanan yang ternyata cukup menarik. Setelah mantap menjadikan Labengki dan Sombori sebagai destinasi liburan kali ini, saya segera menghubungi operator jasa open trip dan memesan tiket pesawat. “Benar-benar rencana traveling yang mendadak!” pikir saya dalam hati. Continue reading

TRAVEL: Flores Trip Part 1

Sebenernya gue mau ke Flores udah dari tahun lalu waktu galau-galau Raja Ampat atau Flores, akhirnya milih Raja Ampat dulu. Flores jadi trip pertama gue di 2017 dan gak nyesel sih karena seminggu di Flores gue agak nyantai gak keburu-buru walaupun pada akhirnya gue gak jadi overland sampe ke Ende. Flores ini adalah solo trip gue kedua setelah Raja Ampat. Kenapa solo trip? Karena gue males nunggu ada temennya jadi selagi bisa jalan, ya gue jalan aja hahaha. Seminggu di Flores ke mana aja?

Jadi, gue berangkat dari Jakarta tanggal 27 April transit di Bali 5 jam. Gue bingung mau ke mana akhirnya gue ke Pandawa cuma cek ombak doang akhirnya balik lagi ke Ngurah Rai hahaha.

Jam 14:45 pesawat take off dan gue baru sampe di Bandara Komodo Labuan Bajo jam 15:30. Sebenernya gue sailing baru tanggal 28 April, tapi karena sailing itu mulai dari pagi jadilah gue memutuskan untuk stay di Labuan Bajo sehari sebelumnya. Malam pertama di Labuan Bajo gue menginap di Ciao Hostel dan gue dijemput pihak hostel dari bandara. Gratis. Kenapa gue memilih Ciao Hostel? Karena reviewnya bagus, harganya affordable banget cuma Rp 150.000, ada dorm khusus perempuan yang maksimal 6 orang dan gue cuma buat tidur semalam jadi gak perlu hotel bintang dulu. Selain itu, Ciao Hostel ini letaknya di atas bukit dan view dari hostel ini bagus banget makanya gue memutuskan untuk menginap di sini aja.

Jam 16:00 gue udah sampe Ciao Hostel, selesai check in gue diantar ke kamar dan di kamar itu cuma gue yang orang Indonesia. Gue sekamar sama tiga orang Jerman, 1 orang Belanda, dan 1 orang Malaysia yang awalnya gue kira orang Indonesia.

Si orang Malaysia ini awalnya ngira gue orang Malaysia hahaha. Gue ngobrol sebentar sama dia dan ternyata dia juga sendirian ke Flores. Kita berdua sama-sama kaget karena gak biasanya orang Indonesia atau Malaysia solo trip hahaha. Continue reading