Monthly Archives: September 2014

EVENT: Mini Gathering Iphonesia “Experiencing Oppo Find 7”

Semenjak beralih dari BlackBerry ke iPhone gue memiliki beberapa social media baru, Instagram salah satunya. Dari pertama bikin account di Instagram gue gak mau menjadikan Instagram gue hanya untuk posting foto-foto selfie. Seiring berjalannya waktu gue gak sengaja tau iPhonesia dari teman KeMANGTEER gue, Haris. Dese member Iphonesia dan udah sering ikut acara-acara iPhonesia. Apa sih iPhonesia? iPhonesia adalah komunitas mobile photography khusus iDevice pertama di Indonesia. Didirikan sejak taun 2010 oleh Mas Aries Lukman dan kawan-kawan, sekarang member iPhonesia udah ribuan orang. Mas Aries yakin kalo semua orang bisa motret, dengan device apapun. Mas Aries juga mau walaupun hanya dengan iPhone, kita bisa bikin foto yang outstanding dan Mas Aries dan teman-teman iPhonesia udah buktikan itu.

Gue gabung di iPhonesia sebenarnya dari sekitar Februari 2014, tapi belum pernah ikut acara-acara iPhonesia. Beberapa waktu lalu gue berkesempatan ikut mini gatheringnya. Gue pikir bakal awkward karena gue baru pertama kali, ternyata malah seru dan menyenangkan. Founder-founder dan member-member lama iPhonesia welcome banget sama member baru apalagi yang masih culun kaya gue.

Continue reading

Advertisements

The Story: Singapore Trip Part 2

Niat tidur cepet untuk mengumpulkan tenaga untuk main di Universal Studios Singapore kandas. Jam 4 pagi gue kebangun karena kedinginan. Gue memang gak kuat dingin dan sialnya dapet tempat tidur di atas dan pas banget di bawah AC. Awalnya gue cuma kebangun-kebangun dan kedinginan banget sampe akhirnya pindah ke tempat tidur Maya yang di bawah gue (tempat tidurnya tingkat gitu). Tapi dasar gue memang gak kuat dingin, jam 6 gue bener-bener kebangun dan keluar kamar.

Gue turun dan di lobby ada si resepsionis friendly, Sebastian. Semua staf di hostel ini baik-baik, ramah, helpful, dan friendly. Sebastian menanyakan kenapa gue bangun sepagi itu, gue mengobrol sebentar dan dese nyuruh gue sarapan karena sarapannya sudah siap. Oia, sistem di hostel itu sarapan disediakan tapi kita sendiri yang menyiapkan untuk diri kita sendiri dan mencuci peralatan makan kita sendiri juga. Gak berapa lama turunlah tamu-tamu lain. Ini yang gue suka dari menginap di hostel, semua tamu mengumpul di lobby dan bisa kenalan atau mengobrol kaya udah kenal lama.

Jam 8, Maya bangun dan Sebastian mengajak kami untuk ikut makan makanan India di foodcourt dekat hostel. Kami berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Tekka Market, pasar tradisional di daerah Little India tempat Sebastian mengajak kami makan makanan India. Setelah kenyang kami berpisah dengan Sebastian yang akan pulang. Kembali ke hostel, kami siap-siap untuk menuju Sentosa Island dan main-main di Universal Studios Singapore. Kunjungan pertama gue ke USS di 2012 tidak terlalu memuaskan karena gue gak terlalu banyak menaiki wahana, kelamaan antri. Maklum, pergi di bulan Juli jadi USS penuh pengunjung.

Continue reading

The Story: Singapore Trip Part 1

Melanjutkan postingan gue sebelumnya, btw ini postingan ke-100 gue ternyata, jadi di postingan kali ini gue akan menceritakan pengalaman gue di Singapore Trip kali ini. Seperti yang gue bilang, ini adalah trip kedua gue ke Spore jadi ada beberapa destinasi yang memang sudah pernah gue kunjungi sebelumnya. Gue dan Maya berangkat gak bareng, gue lebih dulu satu jam. Jumat dini hari kami sampai di Spore dan menunggu pagi di…..Changi.

IMG_6942.JPG

Muka gak bisa tidur nungguin stasiun MRT buka

Sekitar jam 06.00 waktu setempat (waktu Spore lebih cepat sejam) gue membangunkan Maya yang sedang tidur dengan nyenyaknya di bangku-bangku bandara. Jam 06.30 gue dan Maya langsung menuju stasiun MRT Changi yang membawa kami menuju hostel. Kami menginap di hostel daerah Little India (dua kali gue ke sini dua kali gue menetap di Little India, tapi beda hostel) yang sudah kami book dua minggu sebelum keberangkatan kami. Jam 07.30 kami sampai setelah tersasar ke hostel yang masih satu grup dengan hostel yang kami tempati. Resepsionis hostel ini buka 24 jam dan menyambut kami dengan ramah. Karena kamar yang akan kami tempati masih ada tamu, jadilah kami belum bisa langsung masuk. Kami meletakan barang-barang di lobby hostel dan langsung menuju ke Mustafa Center. Gue suka banget nih ke Mustafa Center dan ini juga salah satu pertimbangan gue memilih hostel ini, hanya butuh kurang dari 10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Mustafa Center. Mustafa Center ini supermarket yang isinya super lengkap. Mulai dari pakaian, tas, jam tangan, make up, koper, makanan-makanan, dan yang selalu jadi inceran utama dari wisatawan: cokelat! Soal harga? Jangan ditanya, cokelat di Mustafa Center termurah se-Spore dan udah terkenal banget. Selain cokelat, di Mustafa Center yang terkenal murah itu koper. Iya, gue nemu koper Polo ukuran kecil hanya SGD 26 (Rp 250.000-an) dan menyesal kenapa gak gue beli aja. Continue reading

Survival Guide to Deal with Break Up

Anjir judulnya sok berat banget. Harusnya gue melanjutkan postingan gue tentang Singapore Trip, tapi karena tiba-tiba seorang teman gue nanya di ask.fm: “What is the best way to deal with break up?” setelah gue menjawab gue jadi kepikiran buat bikin postingan haha. Ya ini sih based on my sotoy opinion aja. Anyway, ada beberapa hal yang gue tambah dari jawaban di ask.fm gue. So, in my sotoy opinion the best way to deal with break up are: Continue reading

Behind the Scene: Singapore Trip

Suatu hari yang tidak cerah, gue sedang berkutat dengan bab 3 yang semakin mepet dengan deadline. Tiba-tiba, ada line masuk. Ternyata dari sang Ibu Deputi Disiplin FIB 2011, Monicha Maya Puspita. Awalnya Maya menanyakan budget dan tempat-tempat yang gue datangi sewaktu gue ke Spore dua tahun lalu. Semakin lama semakin seru, lalu munculah statement: “Lu gak mau ikut gue, Ca?”. Gue bener-bener gamang. Mau ikut tapi skripsi belum selesai, gak mau ikut tapi gue sebenernya pengen juga balik ke sana lagi. Akhirnya gue mengiyakan ajakan Maya tapi tanpa kejelasan, karena kami berdua tidak tahu kapan akan berangkat. Haha.

Berbulan-bulan berlalu sejak percakapan kami bulan Mei itu, gue dan Maya menunggu harga tiket turun supaya bisa berangkat. Gue agak-agak hopeless berangkat dalam waktu dekat ini, karena perkiraan kami pasca lebaran harga tiket turun atau ada promo apalah tetapi ternyata tidak. Gue pun mulai berpikiran untuk let it go karena bulan Agustus juga gue harus wisuda jadi agak susah juga kalau gue liburan sebelum wisuda. Belum tenang dan ditambah lagi tabungan gue menipis karena keimpulsifan gue beberapa saat sebelumnya. Ternyata Tuhan berkehendak lain, suatu siang yang cerah tepatnya 3 hari sebelum wisuda Maya me-line gue mengabarkan kalau dia mendapat tiket pesawat yang cukup murah untuk perjalanan ke Spore. Langsunglah dengan impulsif Maya membook tiket tersebut dengan penentuan tanggal berangkat dan pulang yang sangat diperkirakan sekali sekenanya. Bagaimana dengan gue? Tenang saja, gue dengan tingkat keimpulsifan yang sama langsung menelpon Bokap meminta mengurus tiket untuk trip ini. Continue reading

Tanda Cinta untuk Zomato

Sebagai orang yang suka makan, gue juga senang mencoba restoran-restoran atau kafe-kafe baru. Awal tahun ini gue menemukan satu website yang useful sekali untuk menunjang hobi makan-makan gue ini. Zomato hadir dan memberi informasi yang sangat berguna untuk gue terkait makanan dan restoran, seperti lokasi restoran, nomor telepon, menu, bahkan harga makanan di restoran tersebut. Lengkap. Gue jadi bisa tahu informasi restoran atau kafe yang akan gue datangi, atau untuk kalian-kalian yang suka bingung mau makan apa Zomato akan sangat membantu. Zomato tersedia di 13 negara dan di Indonesia Zomato sudah menjangkau Jakarta dan Bali, dan gue yakin kota-kota lain akan segera menyusul.

Bukan hanya dari website, Zomato juga memiliki Mobile Apps yang tidak kalah seru. Karena kecintaan gue dengan Zomato ditambah alasan kepraktisan, gue pun mendownload Zomato Mobile Apps di smartphone gue. Gue tidak perlu repot-repot membuka website melalu browser. Karena gue lebih sering menggunakan Zomato Mobile Apps, gue tentu memiliki fitur-fitur favorit di apps ini. Berikut fitur-fitur favorit gue: Continue reading

CULINARY: Lao’s Resto

Pada suatu hari ketika gue pulang dari kantor datanglah sepucuk surat. Ternyata surat tersebut isinya voucher makan dari Zomato! Namanya juga tukang makan, ya senenglah dapat voucher makan gratis. Jadilah gue segera menggunakan voucher tersebut di Lao’s Resto, Pluit.

Lao’s Resto ini letaknya gak jauh dari Emporium Pluit, tetapi kalo kita gak jeli bisa saja tidak menemukan karena gak ada plang nama di pinggir jalannya. Sore itu resto tersebut gak begitu rame. Hanya ada dua keluarga yang sedang makan ditambah gue. Pertama datang, waiternya langsung menyambut dan membukakan pintu. Begitu tahu gue menggunakan voucher dari Zomato, manager Lao’s Resto menghampiri gue dan mengantar ke tempat duduk. Nice. Continue reading