VACATION: Pulau Semak Daun

Finally, setelah hiatus beberapa bulan dari dunia pulau dan pantai I hit the beach again! Kemana tujuan kali ini? Masih tetep ya untuk weekend getaway yang mudah, murah, dan dekat ke Kepulauan Seribu jadi pilihan gue. Partner trip gue juga masih tetap sama seperti beberapa trip sebelumnya, Teman Jalan dan tentu saja ini open trip. Buat yang belum tau Teman Jalan itu apa Teman Jalan itu partner trip paling kece yang asik untuk menemani kalian baik ke pulau, gunung, atau tempat-tempat lain, For further information bisa di cek di sini.

Tujuan liburan gue kali ini adalah Pulau Semak Daun. Ya, memang gue udah pernah ke sini awal tahun lalu. Tapi tetep aja gak bosenlah untuk gue bolak-balik Kepulauan Seribu haha. Oh iya, trip kali ini gue mengajak serta teman-teman kuliah dan kantor gue, Carol, Mahar, dan Ardi. Kami berempat janjian di Grogol karena yang tau jalan ke Muara Angke cuma gue, akhirnya kami berempat naik taksi sampe Muara Angke. Seperti biasa, Angke di saat weekend pasti penuh sama orang-orang yang mau ke pulau. Kapal kami berangkat tepat pukul 8 menuju Pulau Pramuka. Gak sampe setengah jam, gue langsung ketiduran disusul tiga orang teman-teman gue itu. Jam 11 kami sampe di Pulau Pramuka dan langsung makan siang. Setelah makan, kami semua naik ke kapal kecil yang mengangkut kami ke spot snorkling. Berbeda dengan trip ke Pulau Perak sebelumnya, kali ini snorkling dulu baru menuju destinasi utama,

Continue reading

Menjadi Perempuan: Bahkan Pakaiannyapun Diatur

Sebenarnya sih gue lagi gak berniat nulis apa-apa hari ini, tapi begitu buka Facebook adalah satu hal yang menggangu pikiran gue. Jadi, ada seseorang yang cukup gue kenal dengan baik memposting suatu gambar dan minta dijelaskan maksud dari gambar tersebut. Beberapa orang merespon dan tidak ada satupun yang menurut gue memberikan penjelasan yang seharusnya. Kebanyakan malah menjudge dan memojokkan.

1452467_588817901224154_8092673016114555852_n

Ini gambar yang gue maksud

Continue reading

CULINARY: Huize van Wely

Huize van Wely ini adalah salah satu Restoran Belanda yang ada di Jakarta. Belakangan gue tau kalo resto ini resto franchise dari Belanda langsung dan di kawasan Asia Tenggara cuma ada di Jakarta. Huize van Wely yang gue kunjungi berada di daerah Kemang, satu resto lainnya ada di Pacific Place. Kesan pertama masuk ke resto ini elegan dan ekskusif. Tempatnya bagus, sleek, dan walaupun bangunannya 90% kaca tapi gak panas. Dari pertama masuk, gue disambut waiter yang ramah dan helpful. Gue dan Yanto, teman gue, memilih untuk duduk di area semi outdoor.

IMG_7600.JPG Continue reading

New Things I’ve Got While Singapore Trip

Kali kedua ke Singapura dengan partner yang berbeda rasanya tentu tak sama. Masih dengan cerita Singapore Trip gue, walaupun kedua tapi menurut gue yang ini lebih berkesan dan gue lebih puas. Meskipun destinasinya sama dan tempat-tempat yang dikunjungi sebagian besar sama, tapi ada beberapa hal yang bener-bener baru dan menyenangkan buat gue. Continue reading

EVENT: Mini Gathering Iphonesia “Experiencing Oppo Find 7″

Semenjak beralih dari BlackBerry ke iPhone gue memiliki beberapa social media baru, Instagram salah satunya. Dari pertama bikin account di Instagram gue gak mau menjadikan Instagram gue hanya untuk posting foto-foto selfie. Seiring berjalannya waktu gue gak sengaja tau iPhonesia dari teman KeMANGTEER gue, Haris. Dese member Iphonesia dan udah sering ikut acara-acara iPhonesia. Apa sih iPhonesia? iPhonesia adalah komunitas mobile photography khusus iDevice pertama di Indonesia. Didirikan sejak taun 2010 oleh Mas Aries Lukman dan kawan-kawan, sekarang member iPhonesia udah ribuan orang. Mas Aries yakin kalo semua orang bisa motret, dengan device apapun. Mas Aries juga mau walaupun hanya dengan iPhone, kita bisa bikin foto yang outstanding dan Mas Aries dan teman-teman iPhonesia udah buktikan itu.

Gue gabung di iPhonesia sebenarnya dari sekitar Februari 2014, tapi belum pernah ikut acara-acara iPhonesia. Beberapa waktu lalu gue berkesempatan ikut mini gatheringnya. Gue pikir bakal awkward karena gue baru pertama kali, ternyata malah seru dan menyenangkan. Founder-founder dan member-member lama iPhonesia welcome banget sama member baru apalagi yang masih culun kaya gue.

Continue reading

The Story: Singapore Trip Part 2

Niat tidur cepet untuk mengumpulkan tenaga untuk main di Universal Studios Singapore kandas. Jam 4 pagi gue kebangun karena kedinginan. Gue memang gak kuat dingin dan sialnya dapet tempat tidur di atas dan pas banget di bawah AC. Awalnya gue cuma kebangun-kebangun dan kedinginan banget sampe akhirnya pindah ke tempat tidur Maya yang di bawah gue (tempat tidurnya tingkat gitu). Tapi dasar gue memang gak kuat dingin, jam 6 gue bener-bener kebangun dan keluar kamar.

Gue turun dan di lobby ada si resepsionis friendly, Sebastian. Semua staf di hostel ini baik-baik, ramah, helpful, dan friendly. Sebastian menanyakan kenapa gue bangun sepagi itu, gue mengobrol sebentar dan dese nyuruh gue sarapan karena sarapannya sudah siap. Oia, sistem di hostel itu sarapan disediakan tapi kita sendiri yang menyiapkan untuk diri kita sendiri dan mencuci peralatan makan kita sendiri juga. Gak berapa lama turunlah tamu-tamu lain. Ini yang gue suka dari menginap di hostel, semua tamu mengumpul di lobby dan bisa kenalan atau mengobrol kaya udah kenal lama.

Jam 8, Maya bangun dan Sebastian mengajak kami untuk ikut makan makanan India di foodcourt dekat hostel. Kami berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Tekka Market, pasar tradisional di daerah Little India tempat Sebastian mengajak kami makan makanan India. Setelah kenyang kami berpisah dengan Sebastian yang akan pulang. Kembali ke hostel, kami siap-siap untuk menuju Sentosa Island dan main-main di Universal Studios Singapore. Kunjungan pertama gue ke USS di 2012 tidak terlalu memuaskan karena gue gak terlalu banyak menaiki wahana, kelamaan antri. Maklum, pergi di bulan Juli jadi USS penuh pengunjung.

Continue reading

The Story: Singapore Trip Part 1

Melanjutkan postingan gue sebelumnya, btw ini postingan ke-100 gue ternyata, jadi di postingan kali ini gue akan menceritakan pengalaman gue di Singapore Trip kali ini. Seperti yang gue bilang, ini adalah trip kedua gue ke Spore jadi ada beberapa destinasi yang memang sudah pernah gue kunjungi sebelumnya. Gue dan Maya berangkat gak bareng, gue lebih dulu satu jam. Jumat dini hari kami sampai di Spore dan menunggu pagi di…..Changi.

IMG_6942.JPG

Muka gak bisa tidur nungguin stasiun MRT buka

Sekitar jam 06.00 waktu setempat (waktu Spore lebih cepat sejam) gue membangunkan Maya yang sedang tidur dengan nyenyaknya di bangku-bangku bandara. Jam 06.30 gue dan Maya langsung menuju stasiun MRT Changi yang membawa kami menuju hostel. Kami menginap di hostel daerah Little India (dua kali gue ke sini dua kali gue menetap di Little India, tapi beda hostel) yang sudah kami book dua minggu sebelum keberangkatan kami. Jam 07.30 kami sampai setelah tersasar ke hostel yang masih satu grup dengan hostel yang kami tempati. Resepsionis hostel ini buka 24 jam dan menyambut kami dengan ramah. Karena kamar yang akan kami tempati masih ada tamu, jadilah kami belum bisa langsung masuk. Kami meletakan barang-barang di lobby hostel dan langsung menuju ke Mustafa Center. Gue suka banget nih ke Mustafa Center dan ini juga salah satu pertimbangan gue memilih hostel ini, hanya butuh kurang dari 10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Mustafa Center. Mustafa Center ini supermarket yang isinya super lengkap. Mulai dari pakaian, tas, jam tangan, make up, koper, makanan-makanan, dan yang selalu jadi inceran utama dari wisatawan: cokelat! Soal harga? Jangan ditanya, cokelat di Mustafa Center termurah se-Spore dan udah terkenal banget. Selain cokelat, di Mustafa Center yang terkenal murah itu koper. Iya, gue nemu koper Polo ukuran kecil hanya SGD 26 (Rp 250.000-an) dan menyesal kenapa gak gue beli aja. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers